BP Batam Buka Peluang Kemitraan, Perkuat Ketahanan Air dan Utamakan Kebutuhan Warga

0
Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan ketercukupan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya, di tengah fenomena cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan regional.

Batam, batamtv.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya. Upaya tersebut dilakukan melalui mitigasi penurunan tinggi muka air Waduk Nongsa, penguatan jaringan distribusi, serta penjajakan kerja sama dengan pihak swasta dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan air Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan langkah penanganan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan domestik masyarakat tetap menjadi prioritas, di tengah kondisi cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mengalirkan air dari Embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku menuju Waduk Nongsa. BP Batam juga memperkuat jaringan distribusi melalui pemasangan pipa interkoneksi antara jalur distribusi Waduk Duriangkang dan kawasan Nongsa.

Selain itu, pemasangan mini booster pump dilakukan untuk memperkuat aliran air menuju wilayah dengan elevasi tinggi dan ujung jaringan distribusi, seperti Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, serta Sambau, khususnya pada area berketinggian tinggi.

Selama penanganan berlangsung, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga meningkatkan frekuensi pengiriman air menggunakan mobil tangki ke permukiman warga yang terdampak.

“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).

Ia memahami kekhawatiran masyarakat akibat gangguan pasokan air. Menurutnya, penurunan debit air baku akibat minimnya curah hujan di wilayah Nongsa menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Di sisi lain, pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi turut meningkatkan kebutuhan air sehingga pengelolaan sumber air dan jaringan distribusi perlu terus dioptimalkan.

BP Batam Dorong Penggunaan SWRO untuk Data Center

Terkait kebutuhan air untuk pengembangan pusat data atau data center, Ariastuty menjelaskan bahwa pengembang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil didorong menggunakan sistem pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yaitu teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar.

Menurutnya, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan pasokan air dari Waduk Duriangkang untuk kebutuhan data center bersifat sementara dan sangat terbatas. Untuk operasional penuh, setiap pengembang diwajibkan membangun dan mengoperasikan instalasi SWRO secara mandiri.

Ariastuty menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan BP Batam, dari sejumlah proyek data center yang terdata di Batam, satu telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya berada pada tahap rencana konstruksi. Sementara itu, beberapa proyek lain di kawasan Nongsa dan Kabil masih berada dalam tahap perencanaan atau belum beroperasi.

Nongsa Digital Park juga telah memiliki embung internal untuk mendukung kebutuhan pemeliharaan kawasan.

“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” kata Ariastuty.

Penggunaan SWRO diharapkan menjadi alternatif pasokan air untuk mendukung kebutuhan industri data center tanpa mengesampingkan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Siapkan Revitalisasi Jaringan dan Peluang Kemitraan

Selain penanganan jangka pendek, BP Batam menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat ketahanan air dalam jangka menengah dan panjang. Upaya tersebut mencakup optimalisasi sumber air baku, revitalisasi pipa distribusi, serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat layanan air bersih.

BP Batam juga memprioritaskan pemasangan sistem pemantauan SPAM berbasis Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, BP Batam tengah mendiskusikan kemungkinan pelaksanaan kembali Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ariastuty mengatakan, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, berbagai langkah tersebut perlu dipercepat agar ketersediaan air bersih dapat terjaga dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

BP Batam juga membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta maupun instansi pemerintah, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS). Penjajakan kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi SWRO serta tindak lanjut potensi pasokan air dari Kabupaten Lingga dan Bintan.

“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat,” ujar Ariastuty.

Untuk jangka panjang, pembangunan waduk baru juga menjadi salah satu opsi yang disiapkan. Proses pembangunan hingga waduk dapat dimanfaatkan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh tahun.

“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Penanggungjawab : oktarian
Editor : Pariadi
Reporter : azura aronita