
Tanjungpinang,batamtv.com, – Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura melakukan pertemuan secara khusus dengan Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim di Kantor Operational Centre Garuda Indonesia Soekarno Hatta International Airport, Rabu (28/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Wagub Nyanyang yang didampingi Kadis Perhubungan Kepri Junaidi, Kadis Pariwisata Hasan dan Kaban Penghubung Kepri di Jakarta Endrie Djoko Satrio, meminta agar Garuda Indonesia tidak menghentikan operasionalnya di Bandara RHF Tanjungpinang.
Ia menyampaikan komitmen Pemprov Kepri untuk menjaga kestabilan jumlah penumpang agar maskapai Garuda Indonesia dapat terus beroperasi.
Salah satunya adalah dengan memastikan seluruh keberangkatan ASN Pemprov Kepri yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara RHF Tanjungpinang.
“Kita juga akan membicarakan hal ini agar dua pemerintahan daerah di Pulau Bintan, yakni Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan, untuk dapat juga melakukan hal serupa,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, Bandara RHF Tanjungpinang berada di Pulau Bintan, di mana di satu pulau ini terdapat tiga pusat pemerintahan, yakni Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.
Selain itu, lanjut Nyanyang, pertimbangan lain yang disampaikan kepada Manajemen PT Garuda Indonesia untuk tidak menghentikan operasional di Bandara RHF Tanjungpinang adalah mengingat Pulau Bintan merupakan salah satu pulau pusat investasi dan pariwisata.
Nyanyang memastikan jumlah penumpang dari Jakarta ke Tanjungpinang meningkat pada beberapa bulan ke depan. Peningkatan penumpang seiring pelaksanaan sejumlah perayaan keagamaan, yakni Imlek dan Capgomeh, dan Hari Raya Idulfitri.
“Kita meminta PT Garuda Indonesia untuk setidaknya memperpanjang rencana penghentian operasional hingga April atau setelah lebaran sembari mengevaluasi kembali rencana sebelumnya,” pungkas Nyanyang lagi.
Nyanyang menambahkan, rencana penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia tidak hanya berlaku untuk Bandara Raja Haji Fisabiillah, tetapi juga di berapa bandara lain di Indonesia.
“Ada delapan atau sembilan bandara di Indonesia,” sebutnya.
Di kesempatan itu, Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim menyampaikan jika penghentian operasional maskapai di sejumlah bandara di Indonesia ini karena tengah melakukan harmonisasi dan optimalisasi.
Terkait ini, Nyanyang menambahkan jika maskapai Garuda Indonesia dimungkinkan kembali akan beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang pasca harmonisasi dan optimalisasi armadanya.
Penangungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Reporter : Dwi Susilo









































