
Jakarta,batamtv.com, – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Amien Suyitno memastikan pihaknya akan mengawal pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di madrasah dan pesantren.
Amien mengatakan, pemberian makan bergizi di lingkungan pendidikan madrasah dan pesantren belum merata karena adanya keterbatasan. “Tentu kita akan menunggu arahan pimpinan dan kita akan terus berpartisipasi aktif ya untuk mengawal MBG. Bertahap akan dilakukan,” kata Amien, saat ditemui di Kantor Kementerian Agama, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2025).
Amien menuturkan, sejauh ini Madrasah Aliyah, baik swasta maupun negeri, di beberapa wilayah telah menyediakan makanan bergizi gratis. “Sudah ada yang berjalan, beberapa madrasah Aliyah sudah ada, pesantren juga sudah ada,” tutur dia.
Namun, Amien mengakui bahwa pelaksanaan program prioritas pemerintah ini belum menjangkau seluruh pesantren dan madrasah di Indonesia. “Beberapa sudah berjalan, tapi masih sangat terbatas,” kata Amien. Diketahui, pada 31 Desember 2024, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 10 Tahun 2024 sebagai pedoman pelaksanaan program makan bergizi gratis di pesantren.
Surat edaran tersebut menekankan beberapa aspek, seperti nilai spiritual, toleransi dan tenggang rasa, hingga nilai tanggung jawab bagi penerima makan bergizi gratis. Edaran tersebut dibuat untuk mendukung program makan bergizi gratis dalam meningkatkan kesejahteraan para santri sebagai bagian dari penguatan karakter. Sementara itu, diketahui bahwa program makan bergizi gratis telah resmi dimulai sejak Senin, 6 Januari 2025.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com










































