read news Pengangguran Terbuka di Propinsi Kepri Turun

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan angka pengangguran di Kepri menurun  ditandai dengan penurunan jumlah pengangguran sebanyak 15,8 ribu orang menjadi 103,7 ribu orang dari 1,259 juta orang angkatan kerja pada Agustus 2022. (Foto dwi susilo - batamtv.com)
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan angka pengangguran di Kepri menurun  ditandai dengan penurunan jumlah pengangguran sebanyak 15,8 ribu orang menjadi 103,7 ribu orang dari 1,259 juta orang angkatan kerja pada Agustus 2022. (Foto dwi susilo - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com –  Pengangguran di Propinsi Kepri saat ini menunjukkan hal yang positif. Setidaknya dari data yang disajikan, jumlah penganguran di Kepri menunjukkan angka penurunan dari tahun sebelumnya.

Penurunan tingkat pengangguran terbuka  tersebut dipengaruhi pemulihan ekonomi yang terus digesa, kebijakan program pemerintah, serta pandemi Covid-19 yang melandai.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan hal itu ditandai dengan penurunan jumlah pengangguran sebanyak 15,8 ribu orang menjadi 103,7 ribu orang dari 1,259 juta orang angkatan kerja pada Agustus 2022 dibanding tahun sebelumnya.

Sehingga dari angkatan kerja tersebut, sebanyak 1,155 juta orang telah bekerja. Bertambah sebanyak 68,5 ribu orang dari tahun 2021 atau naik 6,31 persen. Perbaikan ekonomi ditandai oleh meningkatnya jumlah pekerja penuh.

Pekerja penuh naik 88,2 ribu menjadi 916,8 ribu orang. Yang berkolerasi dengan penurunan pekerja paruh waktu sebanyak 9,7 ribu menjadi 181,8 ribu orang dan setengah pengangguran turun 9,8 ribu menjadi 57,2 ribu orang.

Pekerja paruh waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan lain atau tidak bersedia mencari pekerjaan lain. Sedangkan setengah penganggur adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.

Sementara itu, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan pekerja terbesar adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum meningkat sebanyak 35,8 ribu orang. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan pekerja terbesar adalah Sektor Jasa Pendidikan dengan penurunan sebesar 19,2 ribu orang.

editor : abyaqsa ra

reporter : dwi susilo