
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Keberagaman agama di Indonesia menjadi salah satu kekayaan di nusantara. Hal ini harus terus tetap dipertahankan mengingat kebhinekaan itu bisa menjadi satu hal penguat antar satu dengan laiinnya.
Dinamika suku bangsa dan agama di Kepri sangat luar biasa, namun sejak dulu masyarakat Kepri dapat hidup bersama, bisa membangun persaudaraan dan moderasi beragama dengan baik.
Hal itu disampaikan Gubernur Kepri , Ansar Ahmad saat pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah Provinsi Kepri dan Pengurus Cabang Kabupaten / Kota Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Se-Provinsi Kepri Periode 2022-2026.
Dalam acara yang digelar di Gedung Daerah Tanjungpinang, Ahad (06/11) itu dilakukan pelantikan Hengky Suryawan sebagai Ketua Pengda Permabudhi Kepri untuk periode kedua. Dia dilantik bersama Ketua Pengcab Kabupaten/Kota se Kepri yang dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Permabudhi Philip Kuntjoro Widjaja.
“Saya mengpresiasi kepada masyarakat Kepri termasuk Permabudhi. Karena selama ini bisa hidup bersama dan berkolaborasi dengan siapapun. Ini yang harus terus kita jaga,” ujar Ansar Ahmad.
Menurut Ansar, hal tersebut merupakan modal dasar membangun daerah, yang nantinya memberikan kontribusi besar membangun negara ke arah lebih baik.
Ansar Ahmad selalu aktif dan berusaha hadir pada setiap kegiatan dan acara yang melibatkan berbagai suku agama dan bangsa.
Hal ini membuktikan kepeduliannya terhadap kemajemukan suku bangsa dan moderasi beragama di Kepri.
Hengky Suryawan mengharapkan selanjutnya generasi muda di Permabudhi dapat meregenerasi pimpinan kepengurusan. “Karena setiap urusan di Permabudhi adalah urusan sosial, jadi ini adalah pengabdian. Mari bekerja sama yang baik, bersemangat, dan berbaurlah dengan agama lain karena kita tidak dapat hidup sendiri,” ulasnya.
editor : oktarian
reporter : dwi susilo









































