
Batam, batamtv.com – Penguatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan keamanan siber dinilai semakin penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Penguasaan teknologi tidak hanya berkaitan dengan daya saing bangsa, tetapi juga perlindungan kedaulatan negara dan keamanan infrastruktur strategis.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam orasi ilmiah yang disampaikan Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas), Prof. (E-ITB) Purnomo Yusgiantoro, di Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (IIBN), Batam, Jumat (30/10/2026).
Orasi ilmiah yang berlangsung di Aula Lantai 6 IIBN tersebut mengangkat tema “Sinergitas Artificial Intelligence & Cyber Security dalam Memperkuat Ketahanan Nasional”. Purnomo hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi.
Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD IKAL Lemhannas Kepri Laksma TNI (Purn) Dr. Bambang Wahyudi, Rektor IIBN Dr. Jontro Simanjuntak, Wakil Rektor Denok Wulandari, serta sejumlah pimpinan program studi dan sivitas akademika IIBN. Jalannya orasi ilmiah dimoderatori Ketua Program Studi Ilmu Hukum Bisnis IIBN, Dr. Yudi Kornelis.
Ketua DPD IKAL Lemhannas Kepri, Bambang Wahyudi, menegaskan bahwa posisi geografis Kepulauan Riau yang berada di jalur perdagangan internasional, khususnya Selat Malaka dan Selat Singapura, menuntut kesiapan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika ancaman global.
Menurutnya, transformasi digital perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Namun, pemanfaatan teknologi juga harus diimbangi dengan sistem keamanan siber yang kuat guna melindungi kedaulatan negara dan infrastruktur strategis nasional.
“Posisi strategis Kepulauan Riau menuntut kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan transformasi digital harus mampu meningkatkan daya saing bangsa. Namun, kemajuan tersebut juga harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber guna melindungi kedaulatan negara serta infrastruktur strategis nasional,” ujarnya.
Bambang berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan di lingkungan akademis, tetapi juga menghasilkan gagasan strategis yang dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan keamanan nasional. Ia turut menekankan pentingnya peran generasi muda dan mahasiswa dalam memahami hubungan antara teknologi, keamanan siber, dan kedaulatan negara.
Sementara itu, Rektor IIBN, Dr. Jontro Simanjuntak, menyampaikan bahwa tanggung jawab mempertahankan negara tidak hanya berada di pundak aparat pertahanan dan keamanan. Seluruh elemen bangsa memiliki peran dalam menjaga kedaulatan, persatuan, serta keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menjelaskan bahwa sistem pertahanan negara melibatkan komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Dukungan tersebut mencakup warga negara, sumber daya alam, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana nasional.
“Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan keterbatasan sarana, generasi saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, termasuk ancaman di ruang digital,” ujar Jontro.
Di hadapan mahasiswa dan kalangan akademisi, Jontro mengingatkan bahwa semangat perjuangan harus terus hidup meskipun bentuk pengabdiannya berubah mengikuti perkembangan zaman. Perjuangan masa kini tidak hanya dilakukan melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui pemikiran, sikap, moral, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kecintaan terhadap Tanah Air.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan mendukung produk dalam negeri sebagai bagian dari kecintaan terhadap Indonesia.
Selain itu, Jontro menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, mulai dari gas alam, emas, tembaga, hingga berbagai kekayaan lainnya. Menurutnya, potensi tersebut merupakan modal penting untuk mewujudkan bangsa yang maju dan sejahtera. Namun, kekayaan alam perlu dikelola dengan baik dan berlandaskan integritas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Jontro berharap kalangan akademisi turut berkontribusi melalui pertukaran pengetahuan dan keahlian di berbagai bidang strategis, seperti intelijen, kejahatan siber atau cybercrime, dan energi. Kolaborasi lintas disiplin dinilai penting untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Dalam pembahasan utama orasi ilmiah, kecerdasan buatan dan keamanan siber ditempatkan sebagai dua aspek yang saling berkaitan dalam menghadapi tantangan era digital. AI memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat analisis data, dan mendukung pengambilan keputusan. Sementara itu, keamanan siber diperlukan untuk melindungi sistem digital, informasi, serta infrastruktur penting dari berbagai ancaman dan serangan.
Pemanfaatan AI juga dapat mendukung pendeteksian ancaman siber. Sebaliknya, sistem keamanan yang kuat dibutuhkan untuk menjaga keandalan teknologi serta melindungi data yang digunakan.
Penguatan kedua bidang tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas riset, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Bagi Kepulauan Riau yang berada di jalur perdagangan internasional, pengembangan kemampuan teknologi dan perlindungan infrastruktur digital menjadi hal yang relevan untuk terus diperhatikan.
Melalui kegiatan ini, IIBN mendorong mahasiswa agar memiliki pemahaman lebih luas mengenai hubungan antara penguasaan teknologi, keamanan nasional, dan tanggung jawab kebangsaan. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mengembangkan pengetahuan dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Rektor IIBN Denok Wulandari, Kaprodi Hukum Bisnis Dr. Yudi Kornelis, Kaprodi Sistem Informasi Cosmas Eko Suharyanto, Kaprodi Bisnis Digital Renniwaty Siringo-ringo, serta Kaprodi Kewirausahaan Okki Kurnia.
Purnomo Yusgiantoro dikenal sebagai pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dan tokoh yang memiliki pengalaman di bidang energi serta ketahanan nasional.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara DPD IKAL Lemhannas RI Provinsi Kepulauan Riau dengan enam perguruan tinggi di Kota Batam. Kerja sama tersebut mencakup penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, ketahanan nasional, dan wawasan kebangsaan.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : Ronny Alimin
Reporter : azura aronita










































