
Batam, batamtv.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjemput langsung berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Bengkong dalam silaturahmi bersama ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bengkong di Golden Prawn, Selasa (6/10/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas sejumlah persoalan yang masih dihadapi warga, mulai dari banjir, infrastruktur jalan dan jembatan, pengangkutan sampah, air bersih, hingga persoalan lahan.
Amsakar mengatakan, setiap persoalan masyarakat perlu dilihat secara menyeluruh agar penanganannya tidak dilakukan secara parsial.
“Pemerintah harus berpikir komprehensif, berpikir dari hulu sampai hilir untuk menyelesaikan persoalan warga,” ujar Amsakar.
Terkait banjir, Amsakar menyebut Pemko Batam telah menyiapkan sejumlah opsi penanganan, termasuk di kawasan Bengkong Swadebi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan rumah pompa dan kolam retensi untuk mengendalikan genangan air.
Menurutnya, persoalan banjir di Batam saat ini tersebar di sekitar 167 titik sehingga penanganannya membutuhkan perencanaan yang menyeluruh.
“Penanganan banjir harus kita lihat secara menyeluruh. Tidak bisa hanya menyelesaikan persoalan ketika air sudah menggenang,” katanya.
Selain banjir, warga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan jembatan dan pelebaran jalan di depan Kantor Camat Bengkong. Amsakar mengatakan pembangunan tersebut telah masuk dalam rencana anggaran Pemko Batam untuk 2027.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan perencanaan yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan langsung.
Persoalan pengangkutan sampah juga menjadi perhatian warga. Amsakar mengatakan Pemko Batam telah menganggarkan pengangkutan sampah dengan melibatkan pihak ketiga atau perusahaan swasta.
Skema tersebut rencananya ditenderkan pada 2026 dan pada tahap awal diterapkan di tiga kecamatan, yakni Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang. Dengan skema itu, armada yang sebelumnya melayani tiga kecamatan tersebut nantinya dapat dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan di enam kecamatan lainnya.
Pada 2027, Pemko Batam juga telah menganggarkan skema serupa untuk tiga kecamatan lainnya, yakni Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja.
Penataan tersebut diharapkan membuat pengangkutan sampah berlangsung lebih cepat dan teratur, termasuk melalui jadwal pengangkutan yang lebih jelas bagi masyarakat.
Sementara itu, persoalan air bersih menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius dalam pertemuan tersebut. Amsakar menegaskan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus ditangani secara menyeluruh.
“Ini adalah soal yang sangat serius dan betul-betul menjadi atensi saya,” tegasnya.
Untuk merespons persoalan tersebut, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah, termasuk peninjauan langsung ke lapangan. Amsakar sebelumnya turun mengecek kondisi Waduk Nongsa sekaligus menemui warga yang terdampak persoalan pasokan air bersih.
Pemko Batam juga mengerahkan mobil tangki air secara terjadwal ke sejumlah wilayah yang mengalami kendala pasokan. Selain itu, tim teknis melakukan penguatan suplai melalui penyambungan pipa koneksi dan mendorong debit air dari Waduk Duriangkang menggunakan pompa penguat atau booster.
Terkait persoalan lahan, Amsakar menyebut pemerintah juga menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan secara bertahap.
“Saya bersama Ibu Wakil Wali Kota berkomitmen untuk mengurai berbagai persoalan yang dihadapi warga,” kata Amsakar.
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Batam memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat. Berbagai aspirasi yang disampaikan menjadi bahan pemerintah dalam menyusun program dan kebijakan pembangunan di Kecamatan Bengkong.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : Ronny Alimin
Reporter : azura aronita










































