Jakarta, batamtv.com – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus dipercepat melalui kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi bersama pengusaha Sugianto Kusuma dalam membantu pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit pascabencana,” ujar Nusron dalam keterangan resminya, Sabtu (26/7/2026).
Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare untuk pembangunan kawasan hunian tetap. Dari total rencana 500 unit rumah, sebanyak 108 unit telah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara sisanya akan dilanjutkan secara bertahap oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Nusron menegaskan, Kementerian ATR/BPN berkomitmen memastikan seluruh proses pertanahan berjalan cepat agar pembangunan huntap segera rampung dan masyarakat dapat menempati hunian yang aman dan layak.
Menurutnya, percepatan pembangunan hunian tetap merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan negara di setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Arahan Presiden jelas, masyarakat terdampak harus segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam mempercepat proses pemulihan.
“Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana,” ujarnya.
Kementerian ATR/BPN turut memastikan aspek pertanahan, termasuk kepastian hukum atas tanah masyarakat, dapat diselesaikan tepat waktu guna mendukung kelancaran pembangunan hunian tetap.
Sumber : infopublik










































