
Nasional, batamtv.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, meminta pemerintah daerah menghentikan kegiatan seremonial yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap perbaikan gizi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wihaji di hadapan ratusan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Sleman di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan, arahan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden agar seluruh pemangku kebijakan tidak terjebak pada kegiatan formalitas.
“Saya mendapat perintah dari Bapak Presiden untuk turun langsung ke lapangan. Jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, jangan banyak Focus Group Discussion (FGD),” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan program penanganan stunting berjalan efektif di lapangan, termasuk validasi data secara objektif tanpa manipulasi.
Wihaji juga menekankan pentingnya peran kader dalam mendeteksi dini kasus stunting sebagai upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk melakukan inspeksi langsung hingga ke tingkat desa.
Langkah ini dinilai penting guna memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat daerah yang diisi dengan penguatan kapasitas kader melalui pertemuan interaktif.
sumber : infopublik










































