
TANJUNGPINANG, Batamtv.com – Federasi Triatlon Indonesia (FTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan FTI Kota Tanjungpinang di bawah komando Yudha Adi Brata. Penyerahan SK secara simbolis ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda silaturahim bersama FTI Kepri, FTI Tanjungpinang, dan bakal calon pengurus FTI Kabupaten Bintan di Sekretariat FTI Kepri, Minggu (21/6/2026) malam.
Struktur kepengurusan FTI Tanjungpinang yang baru terbentuk ini diperkuat oleh kolaborasi solid dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan atlet, profesional, hingga birokrat.
Pasca penyerahan SK Kota Tanjungpinang, FTI Kepri kini bergerak cepat mendorong terbentuknya kepengurusan di kabupaten dan kota lainnya seperti Bintan, Batam, Karimun, dan Natuna. Targetnya, setelah seluruh kepengurusan FTI di tingkat kabupaten/kota se-Kepri rampung terbentuk, FTI Kepri akan segera menggelar musyawarah daerah. Agenda utama musyawarah tersebut adalah untuk memilih Ketua FTI Provinsi Kepri definitif periode 2026-2030 mendatang.

Plt Ketua FTI Provinsi Kepri, Eddy Rivana menegaskan bahwa penguatan internal organisasi ini menjadi modal utama untuk mengalihkan fokus pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB 2028.
Bidang prestasi FTI Kepri akan langsung menarik para atlet potensial ke dalam grup koordinasi PON NTB guna mematangkan kesiapan. Berbeda dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang tanpa batasan kuota, tiket menuju PON harus diraih secara ketat melalui jalur kualifikasi resmi, sehingga FTI tingkat Kabupaten/ Kota diminta membuat grup mandiri untuk memantau perkembangan performa atletnya.
“Setelah FTI di tingkat kabupaten dan kota seperti Tanjungpinang, Bintan, Batam, Karimun, hingga Natuna ini resmi terbentuk, target selanjutnya adalah menggelar musyawarah daerah. Agenda utamanya untuk memilih Ketua FTI Provinsi Kepri periode 2026-2030 yang definitif, guna memperkuat struktur organisasi ke depan,” ujar Eddy Rivana.
“Kita sudah bicara PON karena untuk di Kepri saat ini atlet-atlet yang baru muncul semua sudah masuk ke dalam sistem pembinaan. Tapi kita punya jenjang yang jelas. Makanya saya memberi kesempatan kepada setiap atlet untuk berlatih di rumah ini, meskipun dengan fasilitas yang saat ini masih terbatas. Silakan bertarung secara fair untuk keterwakilan Kepri di PON 2028” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Eddy menjadwalkan kunjungan kerja ke berbagai wilayah di Kepri untuk menggelar simulasi kompetisi dasar berupa kombinasi lari-renang-lari di kolam renang setempat. Langkah jemput bola ini diambil demi mendobrak peta kekuatan triatlon nasional yang saat ini masih didominasi oleh Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Terlebih, ekosistem triatlon di wilayah Sumatera kini tengah mendorong adanya keterwakilan yang kuat di ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil).
Menghadapi ajang bergengsi Bintan Triatlon dalam waktu dekat, FTI Kepri tengah menyiapkan surat rekomendasi administratif berlapis guna membantu keringanan biaya pendaftaran bagi atlet lokal melalui koordinasi dengan FTI Bintan selaku tuan rumah. Eddy optimistis atlet Kepri mampu bersaing di level internasional, berkaca pada pencapaian delegasi Indonesia yang baru-baru ini sukses menembus podium ketiga pada kejuaraan di Kazakhstan.
Secara teknis, triatlon merupakan olahraga ketahanan tubuh yang mengafiliasikan disiplin dari cabang sepeda (ISSI), atletik (PASI), dan renang (PRSI). Di bawah payung FTI, terdapat tiga nomor parameter utama yaitu triatlon (renang, sepeda, lari), duatlon (lari, sepeda, lari), dan aquathlon (renang dan lari).
Untuk nomor triatlon sprint, jarak yang ditempuh adalah renang 750 meter, sepeda 20 km, dan lari 5 km, sedangkan nomor standar berlaku hitungan kelipatan dua dari jarak kelas sprint. Uniknya, kategori elite triatlon tidak menerapkan batas umur maksimal, melainkan batas umur minimal, sehingga membuka kesempatan luas bagi atlet senior untuk terus bertanding selama kondisi fisik prima.*
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Oktarian
Reporter : Dwi Susilo










































