
JAKARTA, Batamtv com — Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) Kepulauan Riau (Kepri) menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Pusat (PP) MES periode 2026-2031 (1447-1452 H) di Jakarta, Ahad (24/5/2026).
Rosan Perkasa Roeslani ditetapkan sebagai Ketua Umum dalam kepengurusan baru tersebut. Struktur kepengurusan baru PP MES periode 1447-1452 H turut diwarnai oleh sejumlah tokoh nasional mulai dari pemerintahan, ulama, akademisi, pengusaha, hingga kalangan profesional.

Ketua Umum PP MES Rosan Roeslani menggarisbawahi komitmen kepengurusan baru untuk berfokus pada aksi implementatif. Ia mengingatkan bahwa keberadaan para pengurus sejatinya mewakili masyarakat arus bawah yang menanti solusi ekonomi.
“Pemikiran, wacana, visi, misi tanpa implementasi hanyalah menjadi halusinasi. Ekonomi syariah tidak boleh hanya besar di angka, tetapi kecil dalam dampak nyata,” ucap Rosan.
Ia menegaskan MES tidak boleh sekadar mengejar peringkat statistik. Organisasi dituntut menghadirkan kerja nyata, seperti merumuskan skema yang mampu memangkas waktu menabung jamaah umroh di daerah dari 15 tahun menjadi satu atau dua tahun saja. Sebagai landasan kerja ke depan, Rosan menetapkan satu prinsip utama yang wajib dipegang seluruh jajaran pengurus dalam setiap pengambilan keputusan.
“Di setiap rapat pengurus nantinya, saya harap ada satu hal yang selalu dikedepankan dan dipastikan bersama, yakni apakah program ini benar-benar akan dirasakan dan memberikan manfaat besar kepada seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Bagi MES Kepri, Momentum ini menjadi tonggak penting bagi MES Kepri untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Ketua Umum PW MES Kepri, Muhammad Zulkamirullah, yang diwakili oleh Sekretaris Umum Dwi Vita Lestari Soehardi, menegaskan bahwa kolaborasi aktif merupakan kunci utama dalam mewujudkan program kerja yang berdampak nyata.
“Bagi kami di MES Kepri, sinergi dan kolaborasi itu bukan cuma slogan, tapi memang kunci utama kalau kita mau bangun ekosistem ekonomi syariah yang solid,” ujar Dwi Vita Lestari Soehardi dalam keterangan resminya.

Fokus pada Aksi Konkret dan Sektor Riil
Dalam pelantikan tersebut, Rosan Perkasa Roeslani yang baru ditetapkan sebagai Ketua Umum PP MES yang baru. Jajaran kepengurusan kali ini diwarnai oleh kolaborasi tokoh nasional, mulai dari unsur pemerintahan, ulama, akademisi, hingga pengusaha.
Dalam pidato arahannya, Rosan menekankan agar seluruh pengurus tidak terjebak dalam wacana dan statistik semata, melainkan berfokus pada eksekusi program yang menyentuh masyarakat bawah. Salah satu target konkretnya adalah merumuskan skema yang mampu memangkas waktu menabung jamaah umroh di daerah dari 15 tahun menjadi hanya satu atau dua tahun.
“Pemikiran, wacana, visi, misi tanpa implementasi hanyalah menjadi halusinasi. Ekonomi syariah tidak boleh hanya besar di angka, tetapi kecil dalam dampak nyata,” tegas Rosan.
Sejalan dengan visi tersebut, Menteri Koperasi RI sekaligus Ketua Harian PP MES, Ferry Juliantono, mendorong agar ekonomi syariah segera bertransformasi ke sektor riil. Menurutnya, instrumen seperti koperasi pondok pesantren dan koperasi masjid harus dioptimalkan untuk melahirkan lebih banyak pengusaha muslim di berbagai daerah.

Rekomendasi Forum Strategis
Rangkaian acara ini juga dilengkapi dengan gelaran Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 yang mengusung tema “Sharia Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia”.
Forum yang menghadirkan tokoh seperti Direktur Eksekutif KNEKS K.H. Sholahudin Al Aiyub dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E. Dardak ini merumuskan sejumlah rekomendasi krusial bagi akselerasi ekonomi syariah nasional, antara lain;
– Kemandirian bahan baku halal guna menekan angka impor.
– Penyederhanaan regulasi perizinan dan integrasi sertifikasi halal.
– Kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha syariah dan UMKM.
Komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam mendukung kawasan industri halal.
Menanggapi hasil rakernas dan forum tersebut, PW MES Kepri menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan mengimplementasikan seluruh kebijakan pusat di wilayah Kepulauan Riau.
“Saya mewakili Ketum MES Kepri mengucapkan Tahniah. Semoga Pengurus Pusat MES berkah dalam berdakwah ekonomi syariah demi kemaslahatan masyarakat Indonesia, Kepri, dan penguatan ekonomi syariah ke depan,” pungkas Dwi Vita.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Oktarian
Reporter : Dwi Susilo










































