954 Ton Bantuan Logistik Dikirim untuk Penyintas Gempa NTT

0
Sumber : infopublik

Jakarta, batamtv.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dukungan logistik bagi masyarakat terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sebanyak 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan sejak 15 hingga 22 Agustus 2026.

Bantuan tersebut dikirim dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju wilayah terdampak di Labuan Bajo dan Maumere.

Menurut Berton, bantuan yang telah diterima Pos Pendukung Logistik Nasional mencapai 1.541.450 kilogram atau sekitar 1.541 ton. Bantuan tersebut berasal dari 72 donatur, termasuk kementerian/lembaga, TNI, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan berbagai mitra lainnya.

Logistik yang tersedia mencakup kebutuhan dasar masyarakat, perlengkapan tempat tinggal sementara, kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi dan kebersihan, serta berbagai peralatan pendukung penanganan darurat.

Dari total bantuan yang telah didistribusikan, sebanyak 354.438 kilogram atau sekitar 354 ton dikirim melalui jalur udara TNI Angkatan Udara menggunakan 28 sortie pesawat Hercules. Sebanyak 16 sortie menuju Labuan Bajo dengan muatan 216.511 kilogram dan 12 sortie menuju Maumere dengan muatan 137.593 kilogram.

Sementara itu, 600.000 kilogram atau sekitar 600 ton bantuan yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) dikirim menggunakan pesawat kargo komersial melalui 40 sortie. Sebanyak 29 sortie menuju Labuan Bajo dengan total muatan 435.000 kilogram dan 11 sortie menuju Maumere dengan total 165.000 kilogram.

Bantuan Terus Didistribusikan

Pada Sabtu (22/8), Pos Pendukung Logistik Nasional menerima tambahan 51.791 kilogram atau sekitar 52 ton bantuan dari 21 donatur.

Bantuan tersebut antara lain berupa air mineral, beras, biskuit, makanan siap saji, mi instan, susu, minyak goreng, sarden, selimut, terpal, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan peralatan kesehatan.

Pada hari yang sama, BNPB mendistribusikan bantuan melalui tiga sortie pesawat TNI Angkatan Udara dengan total muatan 41.727 kilogram atau sekitar 42 ton. Dua penerbangan menuju Maumere dan satu penerbangan menuju Labuan Bajo.

Penerbangan menuju Maumere menggunakan Airbus A400 membawa 22.187 kilogram bantuan berupa sembako, terpal, pakaian, beras, obat-obatan, mi cup, selimut, kasur lipat, minyak goreng, dan tenda serbaguna.

Sementara dua penerbangan lainnya menggunakan Boeing membawa sembako, mi cup, perangkat komunikasi, Starlink, alat kesehatan, peralatan penyelamatan, air mineral, pompa submersible, serta terpal.

BNPB juga menyalurkan bantuan yang bersumber dari DSP menggunakan pesawat kargo komersial melalui tujuh sortie dengan total muatan 105.000 kilogram atau 105 ton. Empat sortie menuju Labuan Bajo dan tiga lainnya menuju Maumere.

147 Ton Bantuan Dikirim melalui KRI Semarang-594

Untuk memperkuat distribusi bantuan dalam jumlah besar, BNPB menyiapkan pengiriman melalui jalur laut menuju Labuan Bajo.

Plt. Direktur Operasi, Jaringan dan Logistik Penanggulangan Bencana BNPB, Brigjen TNI Hery Setiono, melakukan pemeriksaan kesiapan sekaligus mendampingi proses pemuatan bantuan di Pelabuhan Tanjung Priok, Dermaga IKT, Sabtu (22/8).

Bantuan tersebut akan diberangkatkan menggunakan KRI Semarang-594 dengan total muatan 146.771 kilogram atau sekitar 147 ton menggunakan 16 truk.

Logistik yang disiapkan meliputi sembako, mi cup, tenda pleton, selimut, velbed, beras, biskuit, air mineral, makanan ringan, pasta gigi, sikat gigi, popok, pembalut, kasur lipat, minyak goreng, dan mi instan.

Pengiriman melalui jalur laut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat mobilisasi bantuan dalam jumlah besar menuju wilayah terdampak.

587 Ton Bantuan Masih Tersedia

Selain bantuan yang telah dikirim, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma masih memiliki 587.012 kilogram atau sekitar 587 ton bantuan yang siap didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Stok tersebut terdiri atas paket sembako, beras, mi instan dan mi cup, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, kasur lipat, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan, serta peralatan pendukung penanganan darurat.

BNPB juga menyiapkan distribusi bantuan melalui jalur udara pada Minggu (23/8) menggunakan satu Airbus dan dua Boeing dengan total muatan 36.892 kilogram atau sekitar 37 ton.

Penerbangan tersebut masing-masing membawa bantuan menuju Labuan Bajo dan Maumere sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan berbagai mitra untuk memastikan bantuan dapat dimobilisasi serta disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dukungan lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan darurat, menjaga ketersediaan logistik, dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di NTT.

Sumber : infopublik