Karhutla 10 Hektare di Donggala Padam, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemantauan

0
Sumber : infopublik

Palu, batamtv.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sekitar 10 hektare di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Meski seluruh titik api telah dipadamkan, tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pengecekan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api serta mencegah kebakaran meluas.

Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan TNI, BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, dan masyarakat. Sebanyak 169 personel dikerahkan dalam upaya pemadaman.

Berdasarkan laporan BPBD Donggala, kebakaran mulai membesar pada Selasa malam (18/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Tiupan angin kencang dan kondisi lahan berbukit menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.

Pemantauan menggunakan drone oleh personel Yonif TP 873/MM pada Kamis (20/8/2026) menemukan tiga titik api. Dua titik berada di Dusun II dan satu titik lainnya di Dusun VI.

Kepala Penerangan Daerah Militer XXIII/Palaka Wira, Ronald Patty, mengatakan penanganan dilakukan secara intensif dengan mengedepankan deteksi titik api menggunakan drone, pengerahan personel, serta dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman.

Setelah dilakukan pemadaman, dua titik api berhasil dikendalikan, sementara satu titik lainnya di Dusun II masih dalam penanganan. Personel Kodim 1306/KP bersama Yonif TP 873/MM dan Brigif TP 30/KN kemudian diterjunkan hingga seluruh titik api di Dusun II dan Dusun VI berhasil dipadamkan.

Sebanyak 169 personel yang terlibat terdiri atas 87 personel TNI, 14 personel BPBD, 50 warga, 14 personel pemadam kebakaran, dan empat personel Polsek Sindue. Pemadaman juga didukung mobil pemadam kebakaran milik TNI dan Pemerintah Kabupaten Donggala serta pompa punggung.

Karhutla tersebut berpotensi mengancam permukiman warga apabila api meluas. Asap kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan, serta berdampak pada area perkebunan dan mata pencaharian warga.

Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi terkendali dan mencegah kebakaran kembali terjadi.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 untuk melaporkan kebakaran, bencana, maupun kondisi kedaruratan lainnya. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan kering, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Sumber : infopublik