Lebih Dekat dengan Irjen Pol Djoko Rudi.E.SH.S.Ik.M.Si – Sosok Jenderal Polisi Humble, Komunikatif, Penyejuk dan Pengayom Masyarakat

0
Sosok Inspiratif - Irjen Pol Djoko Rudi.E.SH.S.Ik.M.Si, Jenderal Polisi dari keluarga sederhana yang memiliki segudang ilmu, seribu strategi dan selalu ada di hati Masyarakat. Tampak Irjen Pol Djoko Rudi.E.SH.S.Ik.M.Si dalam forum resmi Polri baru baru ini. (foto : muhammad amin-batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Irjen Pol Djoko Rudi.E.SH.S.Ik.M.Si,  merupakan sosok Jenderal Polisi yang teduh dan bersahaja.

Dia berasal dari keluarga sederhana yang memiliki segudang ilmu, seribu strategi dan selalu ada di hati masyarakat.

Tak lain yang selalu disebut -sebut dan dijadikan panutan dan mengayomi adalah Irjen Pol Djoko Rudi.E.SH.S.Ik.M.Si.

Seorang Jenderal Polisi dengan pribadi yang humble, murah senyum dan ramah dalam keseharian serta dalam kedinasan bersama dengan elemen masyarakat  selalu memberikan solusi dan inspirasi sehat bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) khususnya.

Dengan strategi kemitraan bersama masyarakat telah berhasil membawa Polri selalu dirindu dan selalu di hati masyarakat saat itu hingga saat ini.

Meski termasuk dalam jajaran Pejabat tinggi Polri, namun dia selalu merendah dan merangkul elemen masyarakat bahkan rakyat jelata banyak yang mengaguminya atas kerendahan hati dan baik budinya.

Hal yang paling besar dan menjadi kenangan sewaktu Irjen Djoko Rudi menjadi Kapolres Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepri dirasakan Ketua Laskar Melayu Serumpun Kepri saat itu, yang telah mengumpulkan massa untuk melaksanakan demo ke Polres Tanjung Balai Karimun dengan matangnya, tetapi  sebelum demo dilaksanakan, Djoko Rudi yang saat itu menjabat sebagai Kapolres, mendatangi tempat kumpul massa dengan hanya membawa ajudan tanpa ada seorangpun pengawalan.

Dari peristiwa ini kepiawaiannya dalam menyelesaikan masalah sudah terbukti dengan memberikan masukan kepada massa  unjuk rasa,  dan menyampaikan dirinya dikirim dan ditempatkan bekerja di daerah ini untuk melayani dan membuat masyarakat hidup tenang dan bahagia.

“Saya bukan seorang diktator dan pengusaha serta minta dilayani masyarakat di sini, tetapi sebaliknya saya diharuskan melayani dan memberi hidup dan penghidupan masyarakat di sini.” ucapnya kepada masyarakat yang akan berdemo kala itu.

Komunikasi kedua belah pihak terjadi, apa yang disampaikan Kapolres sangat masuk akal dan diterima seluruh masyarakat yang akan melaksanakan demo sekitar 300 orang lebih, alhasil kesepakatan demo diputuskan batal dilaksanakan, berubah menjadi tawa dan sukaria serta ngopi bersama Kapolres, bahkan menjadi saudara hingga sekarang ini.

Berawal dari situlah masyarakat Kepri umumnya dan Karimun khususnya selalu dekat dengan pejabat itu, dan tidak pernah demo. Semuanya diselesaikan dengan baik dan melalui musyawarah.

Menurut Djoko Rudi, apa yang menjadi ketersumbatan dan masalah masyarakat harus dibantu pemecahannya serta mencari  solusi dengan baik karena pada dasarnya polisi adalah pelayan masyarakat dan menjembatani dalam tugasnya, meskipun di dalamnya ada aspek penegakan hukum bagi masyarakat yang benar -benar melakukan unsur pidana yang telah diatur dalam KUHP.

“Demo adalah hak pengeluaran aspirasi masyarakat dan golongan tertentu, tetapi harus juga mengikuti aturan dan ketentuan hukum dan SOP ang ditetapkan dalam perundang-undangan. Masyarakat sampai saat ini  memegang teguh prinsip pejabat itu bahwa permasalahan akan muncul dipermukaan manakala terjadi  suatu ketersumbatan dalam komunikasi, makanya dalam kedinasan dan melakukan Tupoksi Polri harus mengedepankan Komunikasi untuk  solusi dan solusi tidak mungkin terwujud tanpa komunikasi, ” terangnya pada media ini,  Rabu (4/10/2023).

Dalam penegakan hukum, Jenderal bintang dua ini selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam arti hukum tetap dijalankan tapi kepentingan masyarakat tetap diutamakan.

Ia juga menyampaikan bahwa polisi yang hebat bukan harus menegakkan hukum menjadi bulat tetapi berkomunikasi sehingga membuat bulat permasalahan dalam antisipasi terjadinya pelanggaran hukum.

“Pimpinan polisi wajib  komunikatif dalam menjalankan tugas, mengedepankan prinsip polisi yang humanis, berbuat dengan sepenuh hati pasti berhasil meraih hati  dan simpatik masyarakat,” ujarnya.

“Tidak ada masalah yang tidak terselesaikan, tergantung komunikasi dan pola pendekatannya,” tambah Jenderal bintang dua yang akrab dikalangan insan pers Kepri ini.

editor : oktarian

reporter  : muhammad amin