Rendahnya Literasi Finansial Jadi Alasan Perempuan Marak Terjerat Pinjol

0
lustrasi pinjol(Foto : iStock/ Nattakorn Maneerat)

Jakarta,batamtv.com,– Maraknya perempuan yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal disebabkan karena rendahnya literasi finansial. Selain itu, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Desy Andriani mengatakan, kurangnya pemahaman mengenai keamanan digital juga menjadi alasan perempuan rentan terjerat pinjol.

“Perempuan memiliki literasi finansial yang relatif lebih rendah dibandingkan laki-laki,” kata Desy saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/4/2025).

“Selain itu, perempuan pun kurang mendapatkan sosialisasi pengetahuan mengenai cyber security terkait keamanan dan perlindungan sistem, data diri, jaringan, privasi, serta ancaman serangan digital yang kini tengah marak terjadi di lingkungan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, kemudahan pencairan dana yang ditawarkan oleh layanan pinjol ilegal membuat banyak perempuan tergoda, namun berujung lilitan utang berbunga tinggi.

Dampaknya tidak hanya finansial, tetapi juga psikis, fisik, bahkan kehilangan nyawa akibat tekanan sosial. “Fenomena pinjol tidak hanya terjadi pada perempuan sebagai ibu rumah tangga semata, namun juga pada mahasiswa hingga anak sekolah turut tereksploitasi,” ungkap Desy.

Untuk melindungi kelompok rentan, KemenPPPA menggencarkan berbagai strategi seperti edukasi literasi keuangan dan digital. Selain itu, pemerintah juga mengadakan program Koperasi Desa sebagai salah satu alternatif solusi ekonomi berkelanjutan. “Koperasi Desa diharapkan mampu membantu dan memberikan akses perekonomian dan sumber daya kepada perempuan secara berkelanjutan,” tambahnya. Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.944 orang yang terjerat pinjaman online (pinjol) mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada periode 2018 hingga 2024.

Dari 1.944 orang itu, sebagian besar korban pinjol merupakan perempuan. “Rinciannya adalah 1.208 pengadu perempuan dan 736 laki-laki,” ucap Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan saat diwawancarai Kompas.com, Senin (28/4/2025). Profil dari para perempuan yang menjadi korban pinjol sangat beragam. Mulai dari ibu rumah tangga, karyawan kantoran, pelajar dan mahasiswa. Biasanya, rata-rata kaum perempuan yang terjerat pinjol berusia produktif. “Rata-rata berada di usia produktif, yaitu 20 sampai dengan 50 tahun,” kata Fadhil.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                  : Sofyan Atsauri

Sumber               : Kompas.com