read news – Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad Ajak Perangi Stunting

0
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengajak warga Batam untuk memerangi stunting dengan meningkatkan partisipasi. Rabu (19/7/2023) (Foto : muhammad amin - batamtv.com)
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengajak warga Batam untuk memerangi stunting dengan meningkatkan partisipasi. Rabu (19/7/2023) (Foto : muhammad amin - batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan bahwa masyarakat Kota Batam memiliki peran yang penting sebagai perpanjang tangan pemerintah dalam upaya mengurangi prevalensi stunting di wilayah tersebut.

Selain itu, Amsakar, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kota Batam, mengungkapkan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya ini.

Ia khususnya memberikan penghargaan kepada BKKBN Kepri, TNI/Polri, rekan-rekan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala puskesmas, serta tenaga pendamping keluarga (TPK) yang terdiri dari kader Posyandu, Bidan, kader kelurahan siaga, kader KB, dan kader TP PKK.

“Kolaborasi ini berhasil mencapai penurunan angka stunting yang signifikan dari tahun ke tahun, menunjukkan kesuksesan upaya yang terkoordinasi untuk mengatasi masalah tersebut,” ujar Amsakar Achmad , Rabu, (19/07/2023). 

Amsakar menjelaskan bahwa Indonesia memiliki prospek pertumbuhan penduduk yang sangat baik. Menurutnya, antara tahun 2030 hingga 2045, Indonesia akan memasuki era Indonesia Emas.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk memaksimalkan bonus demografi penduduk pada kisaran usia produktif sebesar 60-65%. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), termasuk di Kota Batam, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat dan memiliki pengetahuan yang memadai.

Menurut Amsakar, penanganan stunting merupakan tugas bersama yang harus dilakukan secara kolektif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan mengatasi berbagai masalah dalam tumbuh kembang anak.

Dalam konteks ini, ia juga menyampaikan bahwa masalah pada anak dapat diatasi melalui upaya bersama. Amsakar juga menyatakan bahwa ia merasa terhormat mendapatkan tugas dari negara untuk mempersiapkan generasi emas pada hari ini.

“Mempersiapkan generasi emas 2045 bukanlah tugas yang mudah. Stunting tetap menjadi tantangan utama sebagai masalah gizi yang paling serius bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun di Indonesia, kondisi ini harus segera ditangani dengan serius, karena jika tidak, akan menghambat momentum menuju terwujudnya generasi emas Indonesia pada tahun 2045,” jelasnya.
Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin