read news – Rencana Impor Ikan Benggol, Wahyu Wahyudin: Stok Masih Banyak Kok

0
Ketua Komiis 2 DPRD Prop[insi Kepri, Wahyu Wahyudin mengatakan stok ikan benggol masih mencukupi untuk konsumsi masyarakat Batam, karena akan terus bertambah dari para nelayan-nelayan lokal. Hal ini disampaikan Wahyu Wahyudin di lokasi gudang ikan di Pulau Rempang, Selasa (21/02/2023). ( Foto : muhammad amin - batamtv.com)
Ketua Komiis 2 DPRD Prop[insi Kepri, Wahyu Wahyudin mengatakan stok ikan benggol masih mencukupi untuk konsumsi masyarakat Batam, karena akan terus bertambah dari para nelayan-nelayan lokal. Hal ini disampaikan Wahyu Wahyudin di lokasi gudang ikan di Pulau Rempang, Selasa (21/02/2023). ( Foto : muhammad amin - batamtv.com)

BATAM, batamtv.com –  Pemerintah Kota Batam berencana akan mengimpir ikan bengggol dan ikan mata besar . Latar belakangnya adalah ketersediaan ikan tersebut sedang menipis. Tentu saja  hal ini malah memicu komentar miring.

Salah satunya adisampaikan  Ketua komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin. Wahyu mengatakan  telah melakukan penulusuran ke salah satu gudang ikan bahwa stok hingga 700 ton untuk pergudangnya.

Stok itu menurut Wahyu diyakini masih mencukupi untuk konsumsi masyarakat Batam, karena akan terus bertambah dari para nelayan-nelayan lokal.

“Kelihatannya ada permainan di sini (impor). Stok ini aja masih mencukupi,” kata Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin di lokasi gudang ikan di Pulau Rempang, Selasa (21/02/2023).

Menurut Wahyu sebelum melakukan sidak ke storage di Pulau Rempang, Barelang Batam, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan sejumlah pengusaha ikan dan didapati stok ikan benggol dan mata besar masih mencukupi.

Bahkan khusus pengusaha ikan yang ada di Pulau setokok, sudah mempersiapkan stok ikan sekitar 1.400 ton sejak Desember 2022 lalu. Hal itu dikarenakan, masuk Desember, nelayan tidak melaut karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Namun, saat ini semua kapal dan crew ABK sudah siap melaut. Dengan perkiraan 20 hari melaut, kapal tersebut kembali ke Batam. Artinya, kekurangan stok ikan itu sangat kecil kemungkinannya, karena satu pelabuhan yang di Pulau Setokok saja memiliki 12 kapal mulai dari GT 30 hingga kapal besar dengan GT 198, dengan estimasi ikan tangkapan mencapai 300-400 ton per trip (20 hari).

“Mereka sudah antisipasi stok dan kestabilan harga pada musim angin kencang, di gudang sini menyiapkan stok ikan hingga beberapa bulan ke delapan. Saat ini, angin sudah mulai normal, dan kapal siap turun ke laut, artinya belum ada alasan yang kuat untuk impor ikan benggol dan mata besar,” jelas Wahyu.

Ikan yang ada saat ini adalah ikan hasil tangkapan para nelayan di Laut Natuna. Kemudian, ikan tersebut dibawa ke sejumlah penampungan, salah satunya di Jembatan 2 Barelang.

“Info yang kami terima dari pengusaha ini, untuk menjaga kesegaran ikan tangkapan, semua kapal yang melaut itu dilengkapi dengan mesin freezer. Setelah sampai di pelabuhan sini, langsung masuk freezer juga,” kata Wahyu.

Wahyu meminta agar Pemko Batam tak buru-buru mengambil keputusan untuk mengimpor ikan dari luar negeri. Khusus Pemko Batam, selayaknya segera mengecek langsung ke gudang penyimpanan ikan, agar bisa mengetahui langsung stok yang ada saat ini.

“Pemerintah harus tegas dan jeli dengan fenomena ini. Betul-betul cek di lapangan,” Ucapnya.

Editor : Pariadi

Reporter : Muhammad Amin