read news – PLH K Kepri Bakal Tanam lagi Sepuluh Ribu Mangrove di Batam

0
Ketua DPP PLH K Kepri, Suardi (kaus biru), mengajak semua pihak yang peduli akan kerusakan mangrove untuk sama sama menanami kembali mangrove di titik yang rusak di Batam . (Foto : muhammad amin - batamtv.com)
Ketua DPP PLH K Kepri, Suardi (kaus biru), mengajak semua pihak yang peduli akan kerusakan mangrove untuk sama sama menanami kembali mangrove di titik yang rusak di Batam . (Foto : muhammad amin - batamtv.com)

BATAM, batamtv.com –  Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia di buan Juni 2023, LSM Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan (PLH K) Propinsi Kepri terus bergerak dalam upaya mereboisasi dan melakukan penanaman ulang mangrove .

PLH K Kepri berusaha tidak hanya melakukan sosialisasi namun juga melakukan aksi penanaman bibit mangrove di titik kerusakan yang ada di Kota Batam. Di tahun 2023 ini, PLH K Kepri telah melakukan pembinaan dan membawahi kurang lebih  90-an kelompok masyarakat yang secara sukarela menjadi bagian dari lingkungan.

Lembaga swadaya masyarakat PLH K Propinsi Kepri ini tak henti untuk terus menjaga berkomitmen mendukung pelestarian alam dan mitigasi perubahan iklim melalui program penyediaan, pembibitan hingga penanaman  mangrove.

Dalam program penanaman mangrove ini, PLH K Kepri melakukan persemaian, pembibitan, hingga penanaman yang dilakukan di penjuru pesisir Kota Batam dibantu para relawan dari warga Setokok Kota Batam.

Ketua PLH K Kepri , Suardi menegaskan pihaknya  terus menebarkan semangat melakukan rehabilitasi mangrove untuk menjaga lingkungan sekitar.

“Di bawah  koordinasi LSM PLH K Propinsi Kepri,  di tahun 2023 ini kami melakukan rencana kegiatan rehabilitasi  mangrove  di wilayah khusus kota Batam itu sekitar kurang lebih 10.000,” kata Suardi, Minggu (18/6/2023)

Suardi mengingatkan bahwa peringatan Hari  Lingkungan Hidup Sedunia di Bulan Juni merupakan sebuah momentum untuk membuka  wawasan masyarakat tentang bagaimana pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Kami berharap adanya suatu kebijakan dari pemerintah yang mengarah kepada perlindungan terhadap lingkungan di Batam dan Kepri pada umumnya,” kata Suardi lagi .

Satu titik kelemahan pemerintahan, kata Suardi bawah sampai saat ini  kebijakan pemerintah  belum begitu mengarah kepada isu lingkungan. Hal ini terlihat dari  masih banyak terjadinya pembiaran terhadap terhadap pencemaran.

“Masih banyak terjadinya pembiaran terhadap terhadap pencemaran.limbah maupun pengrusakan mangrove itu sendiri,” tegas Suardi.

Namun, sebagai organisasi yang bergerak dalam perlindungan mangrove , mereka  tidak pernah patah semangat dan tidak pernah berputus asa untuk terus melakukan dan  mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk terus melakukan kegiatan  rehabilitasi mangrove mulai dari persemaian bibit mangrove sampai ke kegiatan penanaman.

Terakhir , dalam rangka tetap menjaga keseimbangan ekosistem hutan mangrove khususnya di Pulau Galang, PLH K Kepri mengajak pemerintah setempat maupun yang lainnya untuk saling bermitra dan berkolaborasi untuk terus melakukan kegiatan rehabilitasi mangrove.

“Ini kita lakukan agar  kita bisa memulihkan kondisi lingkungan yang kondisi lingkungan yang menurut kami sudah mulai terkikis hingga saat ini,” ulasnya.

Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin