read news – DPRD Kepri akan Anggarkan Pompa Apung di Pulau Buluh

0
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin menilai, kebutuhan pompa air di Pulau Buluh sudah seharusnya dianggarkan sejak lama.  Pasalnya, pompa tersebut merupakan kebutuhan penting untuk menanggulangi bencana kebakaran. (Foto : muhammad amin - batamtv.com)
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin menilai, kebutuhan pompa air di Pulau Buluh sudah seharusnya dianggarkan sejak lama.  Pasalnya, pompa tersebut merupakan kebutuhan penting untuk menanggulangi bencana kebakaran. (Foto : muhammad amin - batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Kebakaran yang melanda Pulau Buluh sudah terjadi dua kali dalam kurun waktu dua tahun belakangan . Terakhir kebakaran terjadi pada  Rabu (19/7/2023) sekitar pukul 05.45 WIB di RT 06 RW 02 Kelurahan Pulau Buluh Kecamatan Bulang Kota Batam.

Cukup memerlukan waktu lama untuk memadamkan api yang telah melahap 9 rumah tersebut .

Atas musibah ini , Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin menilai, kebutuhan pompa air sudah seharusnya dianggarkan sejak lama. Pasalnya, pompa tersebut merupakan kebutuhan penting untuk menanggulangi bencana kebakaran.

“Anggaran yang diminta oleh BPBD akan coba kita sesuaikan. Ini kejadian kedua kali dan perlu tanggap darurat bencana. Perlu pelatihan,” tuturnya.

“Dari dulu katanya pernah meminta, tetapi sampai sekarang belum ada. Tapi kan mintanya ke kota, belum ke provinsi,” tambah Wahyu.

Nantinya, penganggaran pompa apung itu kemungkinan akan masuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) mendatang yang sedang dalam tahap penyusunan.

“Insyaallah dari provinsi kita coba di APBD-P. Kalau pun terbatas, nanti di kita coba di 2024,” tegasnya.

Terkait permintaan pompa apung ini , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau (Kepri) akan menganggarkan pengadaan pompa air di Pulau Buluh, Batam.

Kepala BPBD Kepri, Hasbi mengungkapkan, adanya pompa air itu sangat dibutuhkan warga setempat. Terlebih untuk mengantisipasi kejadian kebakaran yang sudah dua kali terjadi di Pulau Buluh.

“Sebenarnya bencana ini kan bukan hanya kebakaran. Memang bencana ini urusan semua,” tuturnya, Kamis (20/07).

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pelatihan tanggap darurat bencana serta cara penggunaan pompa untuk warga di pulau buluh.

Terlebih, saat ini kebakaran kerap terjadi di wilayah pesisir atau laut sehingga cukup membutuhkan waktu bila harus menunggu suplai air dari darat.

“Terkait ini mudah-mudahan kita bisa lakukan upaya, salah satunya kita latih untuk tanggap bencana dan pompa apung,” ucapnya.

“Jadi lebih efektif dari laut disemprot. Cukup pakai sampan. Mudah-mudahan kita bisa gunakan di APBD perubahan,” tambah Hasbi.

Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin