
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Perkembangan terbaru kasus gagal ginjal akut yang ada di Kepri, terus diteliti. Bahkan saat kepolisian tengah gencar melakukan himbauan untuk menarik obat sirup yang beredar di masyarakat, Dinas KEsehatan Kepri juga melakukan tindakan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kepri , Moh Bisri menyampaikan bahwa Dinkes Kepri telah membentuk tim penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri rekam medik korban gagal ginjal akut.
Tim ini nantinya akan mewawancarai keluarga korban, menanyakan apa saja obat yang pernah dikonsumsi korban sebelum mengalami gagal ginjal akut.
“Kita minta dilakukan penyelidikan, kita akan wawancara keluarganya, gimana perjalanan anak ini, dikasih obat apa,” tuturnya, Sabtu (22/10/2022).
Muhammad Bisri juga terus melaporkan perkembangan kasus gagal ginjal akut misterius di Kepri.
Saat ini kata Bisri , ada 7 kasus gagal ginjal misterius dan 6 di antaranya meninggal dunia.
“Jumlahnya ada 7 kasus, 6 anak meninggal dan 1 anak masih dirawat,” katanya, Senin (24/10/2022).
Penambahan jumlah kasus ini merupakan hasil penelusuran Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kepri sejak bulan Agustus 2022.
Bisri menambahkan, saat ini pemerintah juga masih menyelidiki fakta sebenarnya di balik gagal ginjal akut, dugaan sementara disebabkan kandungan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) pada obat sirup.
editor : oktarian
reporter : dwi susilo









































