read news – Bahan Pokok Makanan Rentan Naik saat Ramadan, Wahyu Wahyudin: Satgas Harus Antisipasi

0
Ketua Komisi 2 DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mengingatkan harus ada antisipasi harga karena  beberapa kebutuhan pokok yang harganya rentan naik seperti terigu, minyak goreng, cabai, telur, beras, bawang, dan daging ayam, Jumat (17/3/2023). (Foto : muhammad amin - batamtv.com)
Ketua Komisi 2 DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mengingatkan harus ada antisipasi harga karena  beberapa kebutuhan pokok yang harganya rentan naik seperti terigu, minyak goreng, cabai, telur, beras, bawang, dan daging ayam, Jumat (17/3/2023). (Foto : muhammad amin - batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Budaya borong bahan bahan pangan di bulan suci Ramadan , menimbulkan kekhawatiran meningkatkan harga di pasar. Ketua Komisi 2 DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, selain ancaman kelangkaan gas elpiji , salah satu komoditi yang berpotensi meningkat adalah ketersediaan bahan pokok pangan.

Sama dengan  gas elpiji 3 kg, Wahyu Wahyudin juga meminta agar Satgas Pangan Kepri memastikan ketersediaan bahan pokok untuk mencegah kenaikan harga.

Menurut Wahyu, ada beberapa kebutuhan pokok yang harganya rentan naik seperti terigu, minyak goreng, cabai, telur, beras, bawang, dan daging ayam.

“Kebutuhan pokok ini rentan naik harganya, stok harus dipastikan tersedia. Kalau harga terkendali, masyarakat akan senang ibadah puasa,” ujar Wahyu Wahyudin, Jumat (17/3/2023)  .

Anggota DPRD Dapil Bulang, Galang, Nongsa, dan Sei Beduk itu juga berpesan agar pemerintah tidak buru-buru melakukan operasi pasar saat Ramadhan.

Operasi pasar hanya boleh dilakukan jika harga kebutuhan pokok tidak terkendali dan stok sudah menipis.

Menurutnya, operasi pasar tanpa perhitungan yang jelas akan merugikan pedagang karena semua masyarakat berburu belanja di pasar murah.

“Operasi pasar hanya menjadi opsi cadangan saat harga tak terkendali, karena merugikan pedagang. Untuk saat ini, kontrol ketersediaan bahan pokok,” tambahnya.

Terkait kebutuhan gas elpiji, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria meneragkan, kelangkaan disebabkan keterlambatan distribusi gas.

“Ada kendala teknis transportasi. Jadi sedikit terlambat,” terangnya.

Ia meminta agen pengiriman agar melebihkan tabung gas di tiap pangkalan resmi untuk mengisi kekurangan stok.

“Kalau untuk stok kita aman. Nanti kami akan salurkan ekstra agar menutupi yang terlambat,” pintanya.

Disingung mengenai penimbunan gas jelang Ramadhan 1444 Hijriah, ia menyebut akan melakukan pengawasan untuk memimalisir hal tersebut.

Editor : Oktarian

Reporter : Muhammad Amin