PWI Kepri Telusuri Sejarah Pulau Penyengat, Siapkan Buku Feature Budaya Melayu

0
Swafoto rombongan PWI di depan Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat.

Tanjungpinang, batamtv.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Ekspedisi Eksplorasi Pulau Penyengat, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menelusuri jejak sejarah dan peradaban Melayu sekaligus menggali potensi pariwisata serta budaya di pulau bersejarah tersebut.

Ekspedisi ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota PWI serta Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) dari sejumlah daerah di Kepulauan Riau. Rombongan dari Batam menyeberangi Selat Riau menggunakan speedboat, kemudian bergabung dengan pengurus PWI dari Tanjungpinang dan Bintan.

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghimpun rekam jejak sejarah Pulau Penyengat melalui karya jurnalistik. Para peserta diharapkan menghasilkan tulisan berupa feature dan berita yang nantinya dikumpulkan untuk diterbitkan menjadi buku karya PWI Kepri.

“Alhamdulillah, siang ini PWI Provinsi Kepri memulai kegiatan ekspedisi eksplorasi. Diharapkan nanti semua teman-teman akan menulis feature dan berita di masing-masing media. Dari hasil tulisan itu, nanti akan kita kumpulkan dan diterbitkan menjadi buku karya PWI Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Saibansah.

Dalam ekspedisi tersebut, peserta menelusuri sejumlah situs bersejarah dan cagar budaya, mulai dari kawasan Masjid Raya Sultan Riau hingga kompleks pemakaman tokoh-tokoh penting dan pahlawan nasional. Rombongan juga mengamati aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat, termasuk pembuatan gasing pangkah dan jasa transportasi becak motor.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai sejarah Pulau Penyengat, peserta mendapat penjelasan dari tokoh adat setempat, Raja Malik. Ia memaparkan sejarah masa kejayaan pulau tersebut, tokoh-tokoh yang dimakamkan di sana, serta istilah-istilah masa lalu yang mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.

Penelusuran juga mencakup kawasan fasilitas pendukung serta rencana pengembangan pusat dokumentasi dan perpustakaan. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya catatan sejarah sekaligus memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada masyarakat yang lebih luas.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, S.Sos., yang turut mendampingi kegiatan tersebut, mengatakan ekspedisi ini sejalan dengan upaya memperkuat konsep pariwisata regeneratif di Pulau Penyengat.

Ia mengapresiasi keterlibatan insan pers dalam menggali potensi destinasi daerah. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kekayaan sejarah, budaya, dan pariwisata Kepulauan Riau kepada publik.

“Harapan kita kepada teman-teman PWI Kepri, mari sama-sama kita gelorakan dan promosikan pariwisata Kepulauan Riau ini agar semakin maju, karena peran media sangat luar biasa dalam mengangkat potensi destinasi lokal kita ke kancah yang lebih luas,” harapnya.

Melalui ekspedisi ini, PWI Kepri berharap dokumentasi sejarah dan budaya Pulau Penyengat dapat semakin berkembang melalui karya jurnalistik. Upaya tersebut juga diharapkan mendukung pelestarian warisan Melayu serta memperluas pengenalan destinasi bersejarah Kepulauan Riau kepada masyarakat.

Sumber : PWI Kepri