Peran 9 Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Pertamina

0
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2021-2023, Alfian Nasution saat digiring masuk mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (10/7/2025)(Foto :Shela Octavia/Kompas.com)

Jakarta,batamtv.com, – Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero) tahun 2018-2023.

Masing-masing tersangka punya peran tersendiri hingga menyebabkan kerugian keuangan dan perekonomian negara hingga Rp 285 triliun, berikut rinciannya: 1. Alfian Nasution Alfian Nasution yang menjabat sebagai Vice President Supply dan Distribusi Kantor Pusat PT Pertamina tahun 2011 – 2015 dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2021-2023 melakukan sejumlah perbuatan melawan hukum.

“(Alfian) melakukan proses penyewaan Orbit Terminal Merak (OTM) secara melawan hukum dengan menghilangkan hak kepemilikan Pertamina dan harga yang tinggi dalam kontrak,” ujar Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung, Abdul Qohar saat konferensi pers di Lobi Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Kemudian, Alfian bersama dengan tersangka Hanung Budya Yuktyanta (HB) selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina melakukan proses penunjukkan langsung kerja sama sewa terminal bahan bakar minyak (BBM) Merak secara melawan hukum.

Lalu, Alfian juga melakukan mengakomodir nilai sewa yang mahal, dengan harga USD 6,5 / Kiloliter. Dan, ia juga menghilangkan klausul skema kepemilikan aset PT OTM sesuai dengan permintaan dari tersangka yang kasusnya telah dilimpahkan, Gading Ramadhan Joedo (GRJ) yang merupakan Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak. Padahal, pada kontrak awal terdapat klausul yang menyatakan, setelah 10 tahun sewa, PT OTM akan menjadi aset Pertamina.

Lebih lanjut, Alfian juga melakukan penjualan solar di bawah harga dasar kepada pihak BUMN dan pihak swasta. Hal ini dinilai merupakan suatu perbuatan melawan hukum. Lalu, Alfian juga punya peran dalam penyusunan formula kompensasi yang tinggi untuk produk Pertalite secara melawan hukum.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com