Jalan jalan ke Kampung Taluk Tanjungpinang

0
Warga Kuantan Singingi Riau bermukim secara berkelompok dalam satu komunitas perkampungan. Foto atas: Tampak pagelaran seni budaya Kuantan Singingi di Kampung Taluk Tanjungpinang. Foto bawah : Suasana pemukiman penduduk di kampung Taluk kelurahan kampung Bugis Tanjungpinang Kota (12/11). (foto : dwi susilo-batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com – Masyarakat Kuantan Singingi Riau di manapun berada selalu membuat komunitas, termasuk di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Di kota ini tepatnya di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang ada perkampungan komunitas warga asal Kuantan Singingi yang diberi nama KAMPUNG TALUK.

Ratusan warga  Kuantan Singingi bermukim di perkampungan ini. Mereka tinggal di RT 003/RW 002.

Untuk mempertahankan tradisi seni budaya kampung asal Kuantan Singingi, di perkampungan ini mudah ditemukan ibu-ibu yang rutin latihan calempong. Mereka punya grup calempong yang dikoordinir seorang ibu yang akrab dipanggil Bu Gadi.

Grup calempong ini sering tampil pada acara pentas seni, pawai budaya di Kota Tanjungpinang. Mereka tampil mewakili kelurahan Kampung Bugis atau Kecamatan Tanjungpinang Kota, tempat mereka berdomisili.

Mereka juga tampil ketika ada warga Kuantan Singingi yang “barolek godang,” seperti acara pernikahan, khitanan dan acara lainnya.

Di Kampung Taluk juga ada randai yang rutin mengisi acara pawai budaya, pentas seni, dan perhelatan lainnya di Tanjungpinang.

Randai ini dikoordinir Manit dan Mansyur asal Kecamatan Kuantan Hilir. Dari luar Kampung Taluk ikut memberikan pembinaan Raja Sahan, Mardianto, Yasri, Wandi dan lainnya.

Dulunya di Kampung Taluk ini ada laman silek. Namun semenjak guru silek Bustamam asal Baserah dan Parlan asal Poriang, Kuantan Tengah meninggal dunia tak ada lagi latihan silek di sini.

Di atas laman silek itu kini berdiri Surau Nurul Iman yang cukup megah. Seiring pertambahan populasi penduduk, mereka mau meningkatkan status surau itu menjadi mesjid.

Dulu surau itu hanya berdinding papan dan berlantai semen. Namun kini sudah menjadi bangunan permanen. Sejumlah nama donatur dan motor penggerak  pembangunan surau menjadi Masjid diantaranya dr. Bahtiar asal Cerenti yang ikut menyumbang semen dan Junisman asal Seberang Taluk yang menyumbang keramik untuk membantu pembangunan surau itu.

Sumbangan lain juga mengalir dari warga Kuantan Singingi yang bertugas di kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan seperti dari Edwar Arfa, Amrialis, dan lainnya.

Disebut Kampung Taluk karena disini banyak warga asal Kuantan Singingi yang sudah bermukim lama hingga beberapa generasi. Mereka ada yang berasal dari Kecamatan Kuantan Hilir, Inuman, Cerenti, Pangian, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Kuantan Mudik, Singingi dan lainnya.

Pendirian Kampung Taluk ini semula dirintis Bustaman dan Parlan. Kini sudah almarhum. Dilanjutkan generasi berikutnya seperti Manit, Mansyur, Hasan, Adit, Rivai, Samsi, dan lainnya.

Warga Kuantan Singingi yang berkunjung ke Tanjungpinang, Kepri singgahlah ke KAMPUNG TALUK sekedar melepas rindu.

Tradisi budaya seperti randai, calempong, dan silat masih sering menghiasi suasana perkampungan di sini.

Sajian kuliner cubudak itam dan rondang paku pun masih disajikan ibu-ibu rumah tangga di kampung ini.

editor: oktarian

reporter: dwi susilo