Bawa Kurikulum Cairo ke Bintan, Yayasan Al-Azhary dan Ponpes Idris Kepri Siap Bersinergi

0

BINTAN, Batamtv.com – Yayasan Al-Azhary Indonesia (MAI) menjalin kerja sama strategis dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Idris Kepulauan Riau (Kepri) dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Islam melalui implementasi Kurikulum Internasional Al-Azhar Cairo serta peluncuran Program Ta’hili.

Kolaborasi berskala internasional ini dikukuhkan dalam rangkaian kunjungan kerja resmi tim MAI di Bintan yang akan berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober.

Rangkaian agenda dimulai dengan kedatangan rombongan MAI dari Jakarta di Bandara Raja Haji Fisabilillah (TNJ) Tanjung Pinang, yang langsung dilanjutkan dengan pertemuan ramah tamah serta penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Hotel Bintan.

Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Ponpes IDRIS, KH. Suparman, bersama Ketua Yayasan Al-Azhary Indonesia, KH. Muchtar, dengan disaksikan oleh ulama terkemuka Syech Ahmad Abdul Adzim serta jajaran manajemen kedua lembaga. Sinergi ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, di mana pada malam harinya seluruh delegasi menghadiri undangan jamuan resmi dari Gubernur Kepulauan Riau.

Memasuki hari kedua, acara puncak digelar langsung di kompleks Ponpes Idris Kepri dengan dihadiri oleh tokoh ulama dan umaroh. Dalam kesempatan tersebut, Syech Ahmad Abdul Adzim bersama Ketua Dewan Syuro YAI menyampaikan pemaparan strategis mengenai integrasi Kurikulum Internasional Al-Azhar Cairo yang diharapkan mampu mencetak santri berwawasan global.

Puncak seremoni ditandai dengan prosesi peresmian plang nama bersama MAI-IDRIS KEPRI sebagai simbol dimulainya era baru kolaborasi pendidikan kedua lembaga.
Untuk memastikan kesiapan infrastruktur akademik, agenda dilanjutkan dengan pelaksanaan Training of Trainers (TOT) intensif bagi seluruh guru dan jajaran manajemen di Aula Hotel Bintan.

Pelatihan yang dipimpin oleh Tim Azhary—terdiri dari KH. Muchtar, Mas Fajar, dan Mas Demis—ini membedah standardisasi administrasi pendaftaran Tahdid Mustawa & Mu’adalah, strategi optimasi manajemen tim, hingga teknik Tadris menggunakan metode Kitab Al-Asasi sesuai standar Markaz Tathwir Cairo.

Rangkaian kunjungan kerja ini resmi ditutup dengan evaluasi bersama, penyusunan rencana kerja 30 hari ke depan, serta penyerahan plakat penghargaan sebelum rombongan bertolak kembali ke Jakarta.*

Penanggungjawab : Oktarian

Editor : Oktarian

Reporter : Dwi Susilo