
Washington DC,batamtv.com, – Presiden Korea Utara Kim Jong-un menggambarkan militernya sebagai yang terkuat di dunia, tetapi kenyataannya, para tentara Korea Utara yang dikerahkan menuju Rusia untuk membantu perang di Ukraina menghadapi masalah mendasar.
Laporan Guardian menyebut,selain kekurangan gizi, mayoritas mereka tidak memiliki pengalaman tempur atau pengetahuan tentang medan perang yang akan dihadapi. Para tentara ini, diperkirakan berjumlah 10.000, telah ditempatkan di perbatasan Rusia-Ukraina di Kursk, area yang rentan terhadap serangan balasan dari Ukraina.
Namun, para ahli mengungkapkan bahwa kontribusi militer Korea Utara bagi Rusia mungkin tidak seefektif yang diharapkan. Meskipun tentara Korea Utara ini membawa sejumlah persenjataan, mereka kurang berpengalaman dalam operasi lapangan.
“Satu-satunya pengalaman militer Korea Utara adalah saat mengirim penasihat militer di Vietnam dan Timur Tengah pada masa lalu. Ini adalah pertama kalinya Korea Utara mengirim pasukan darat dalam skala besar ke luar negeri,” tulis Center for Strategic and International Studies AS.
Sebagian besar tentara ini merupakan remaja atau pemuda berusia belasan hingga awal 20-an yang telah dilatih di wilayah pegunungan Korea Utara, yang berbeda dengan medan datar Ukraina. Mereka dipersenjatai oleh Rusia dengan senapan AK-12, senjata mesin, mortir, dan alat penglihatan malam.
Namun, para tentara ini tetap menghadapi tantangan besar, mulai dari perlengkapan yang kurang memadai hingga kerentanan terhadap penyakit. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tentara Korea Utara rentan terhadap kondisi kesehatan yang serius.
Pada tahun 2017, seorang tentara Korea Utara yang membelot ditemukan menderita infeksi parasit yang parah, termasuk cacing usus sepanjang 27 cm, dan mengalami kekurangan gizi. Hal ini menyoroti kondisi kesehatan tentara yang buruk, bahkan di antara pasukan perbatasan elit. AS dan NATO kini memantau situasi dengan ketat.
Pentagon memperkirakan bahwa Rusia melatih tentara Korea Utara untuk menghadapi pertempuran jarak dekat dan membersihkan parit, yang mengindikasikan bahwa mereka akan ditempatkan di garis depan. Para pejabat AS menyatakan bahwa aliansi ini bisa memberikan efek jangka pendek bagi Rusia, tetapi membawa risiko besar bagi Korea Utara.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com









































