read news – AGAI Ikut Menggalakkan Dunia Penerbangan lewat Flying Adventure Tourism Kepri

0
Ketua Asosiasi General Aviasi Indonesia (AGAI) Marsda TNI Henri Alfiandi disela sela kegiatan menyambut turis fly adventure Kepri di Bandara RHF Tanjungpinang pada Sabtu (18/06) pagi. (foto : dwi susilo-batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com – Ketua Asosiasi General Aviasi Indonesia (AGAI) yang juga Kabasarnas Marsda TNI Henri Alfiandi mengaku salut kepada Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad sudah memiliki pemikiran untuk mengembangkan dunia wisata melalui jalur penerbangan. Pernyataan tersebut disampaikannya disela-sela kegiatan menyambut para turis manca negara yang baru mendarat di Bandara RHF Tanjungpinang pada Sabtu (17/06) pagi.

Henri Alfiandi kepada sejumlah awak media mengatakan, pihaknya ikut menggalakkan wisata penerbangan dengan ambil bagian dalam kegiatan “Flying Adventure Tourism Kepri” yang digelar oleh Flybest School dan didukung oleh pemerintah provinsi kepri melalui Dinas Pariwisata.

“Ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan setahun AGAI, yang tepatnya tanggal 7 Juli 2023 nanti genap berusia setahun,” kata Henri Alfiandi. Lebih lanjut jendral bintang tiga aktif ini menjelaskan, tujuan didirikannya asosiasi tersebut yakni, untuk percepatan pembanguan dunia penerbangan di Indonesia, karena dunia penerbangan saat ini masih di dominasi oleh komersial atau niaga.

“Dengan adanya wadah Asosiasi maka kita memulai menginventarisir dan memberi masukan ke Kemenhub RI, khususnya perhubungan udara, untuk mempermudah pembangunan dunia perhubungan di Indonesia salah satunya di Kepri,” ungkap Henri Alfiandi menambahkan.

Dalam kesempatan itu ia juga menyatakan salut kepada Gubernur Kepri yang sudah memiliki sense untuk mengembangkan dunia wisata melalui jalur penerbangan. “Nah wisata penerbangan itu jenisnya bukan niaga itu adalah General Aviaton, jadi kedepan wisata yang bersifat adventure, penerbangan privat, flight training, air ambulance, police aircraft, hingga search and rescue carter itu didalam sini (AGAI-red),” kata Henri.

Henri juga menyayangkan selama ini pihaknya yang mewadahi banyak komunitas penerbangan umum masih mengikuti regulasi dibidang niaga sehingga berimbas pada biaya yang sangat tinggi. “Karena perhitungannya komersil bukan berdasarkan yang general aviaton,” tegasnya.

Selain itu, kehadiran AGAI menurutnya juga sangat penting yakni memungkinkan orang untuk menciptakan pesawat atau melakukan eksertimental yang jika memenuhi syarat sertifikati bisa disetujui untuk dikomersilkan. “Di negara kita Indonesia selama ini hal itu belum berjalan maksimal,” tutupnya mengakhiri.

editor: oktarian

reporter : dwi susilo