read news – Warga RW 21 Perumahan Graha Nusa Batam Gelar Peringatan Sumpah Pemuda

0
Warga RW 21 Perumahan Graha Nusa Batam Kelurahan Sei Langkai , Kecamatan Sagulung akan menggelar acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Komplek perumahan Graha Nusa Batam 29 Oktober 2022. Tampak warga berpose bersama usai rapat persiapan acara (23/10). (foto: rahyudo lumaksono -batamtvcom)

BATAM, batamtv.com – Warga RW 21  perumahan Graha Nusa Batam Kelurahan Sei Langkai Kecamatan Sagulung akan menggelar peringatan hari sumpah Pemuda.28 Oktober di kompleks perumahan tersebut.

Sejumlah acara dalam rangka memeriahkan peringatan sumpah pemuda disiapkan panitia.

Diantaranya drumband Seni Jatilan, pagelaran seni budaya, parade budaya dan pembacaan naskah sumpah pemuda.

” Acaranya digelar Sabtu 29 Oktober di Fasum Kompleks Perumahan Graha Nusa  Batam dan Insya Allah dihadiri bapak Walikota Batam,” ujar Sekretaris Panitia acara Dwi Suryo kepada awak media ini, di Kepri Mall Selasa, 25 Oktober 2022.

“Pagelaran Drumband sumbangan PT Putra Tidar Perkasa dan parade budaya yang diisi karnaval pakaian adat, serta pagelaran panggung seni budaya Jatilan oleh Paguyuban Suryo Joyo Kusumo (SJK),” tambahnya.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan sumpah pemuda merupakan momentum sangat penting dan wajib diperingati setiap tahun, karena Ikrar Sumpah Pemuda merupakan pemersatu dan penyemangat dalam perjuangan merebut kemerdekaan RI dari penjajah.

“Negeri ini harus belajar dari sejarah, karena kita dibentuk oleh sejarah. Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah pemuda ini salah satu cikal bakal berdirinya Indonesia. Mereka dari berbagai macam etnis dan golongan Jong Java, jong selebes, jong sumatranen bond, jong ambon, dan lain lain yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), dan tidak terkecuali dari etnis tionghoa, diantaranya Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Sianf,” ujar Dwi Suryo.

Dia menyebutkan sejarah sumpah pemuda, semua elemen ikut bergabung, tujuannya adalah satu Negeri ini harus memiliki kedaulatan sendiri dan merdeka dari segala macam jenis perbudakan, baik perbudakan kultural, politik, atau apapun namanya.

Dia juga menegaskan bahwa negeri ini dibangun bukan dari satu suku atau satu etnis saja, tapi berbagai etnis yang ada di Indonesia. Terkadang kita ikut sedih ada istilah “minoritas dan mayoritas”, karena kita semuanya sama & egaliter. Nah dengan momen ini, semoga kita sadar bahwa sejarah negeri ini dibangun dari berbagai macam sisi kultural, tapi memiliki tujuan bersama, tidak ada lagi minoritas dan mayoritas, karena kita semua Manusia INDONESIA, “pungkasnya.

editor: oktarian

reporter: rahyudo lumaksono