read news – Wahyu Wahyudin Jadwalkan RDP soal Penggunaan Trawl

0
Ketua Komiis 2 DPRD Propinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, meminta kepada Gubernur Ansar Ahmad memberikan diskresi penggunaan pukat udang (trawl) khusus nelayan kapal di bawah 10 GT, pada Rabu(19/10/2022). (Foto : dwi susilo - batamtv.com )
Ketua Komiis 2 DPRD Propinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, meminta kepada Gubernur Ansar Ahmad memberikan diskresi penggunaan pukat udang (trawl) khusus nelayan kapal di bawah 10 GT, pada Rabu(19/10/2022). (Foto : dwi susilo - batamtv.com )

TANJUNGPINANG, batamtv.com – Sulitnya mencari ikan bagi para nelayan di Kepri , salah satunya adalah mereka terganjal peraturan penggunaan  trawl (pukat udang). Disampaikan oleh salah seorang pengurus nelayan bahwa mereka mengeluhkan kebijakan yang memperketat pengawasan trawl.

“Kebijakan ini memberatkan dan menyebabkan ribuan nelayan pun terancam menganggur karena takut melaut,” demikian ungkap Ketua Aliansi Nelayan Kepri Bersatu, Rudi Irwansyah, Senin (17/10/2022).

Irwansyah  meminta Gubernur Ansar Ahmad memberikan diskresi penggunaan trawl khusus kapal di bawah 10 GT.

Permintaan ini juga telah disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin yang meminta Gubernur Ansar Ahmad memberikan diskresi penggunaan pukat udang (trawl) khusus nelayan kapal di bawah 10 GT.

Wahyu mengatakan, larangan penggunaan mengancam nasib hidup sekitar 2.500 nelayan kapal di bawah 10 GT di Kepri.

“Kasihan mereka, 800 kapal terpaksa ditambat karena takut melaut, mereka kan hanya mencari udang dan sotong,” katanya, Rabu (19/10/2022).

Wahyu menyebut, bukan hanya nasib nelayan yang terancam, namun juga ibu-ibu pengupas kulit udang dan perajin kerupuk.

“Saya berharap pak Gubernur merealisasikan permintaan nelayan terkait diskresi yang memang GT mereka kecil,” ujarnya.

Wahyuu pun akan segera  menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan nelayan terdampak penggunaan pukat trawl.

editor : abyaqsa ra

reporter : dwi susilo