
Batam, batamtv.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menangani sejumlah persoalan prioritas, khususnya ketersediaan air baku, sampah, dan banjir.
Hal tersebut disampaikan Amsakar saat bersilaturahmi bersama Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Musyawarah Guru Al-Qur’an (BMGQ) Kecamatan Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja di Masjid Baitul Makmur, Bukit Senyum, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kamis (8/10/2026).
Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan tokoh agama sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Ratusan perwakilan PMB, IPIM, dan BMGQ dari tiga kecamatan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Amsakar menyampaikan kondisi ketersediaan air baku di Batam yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, penurunan debit air di sejumlah waduk operasional turut dipengaruhi kondisi cuaca dan fenomena El Niño.
“Waduk kita delapan, tujuh yang operasional. Rata-rata di setiap waduk mengalami penurunan debit air. Sekarang saya rapat dua-tiga kali dengan tim lengkap supaya membuat roadmap bagaimana cara mendatangkan air baku masuk Batam,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan pemerintah terus menyiapkan langkah strategis, baik untuk penanganan jangka pendek maupun rencana jangka panjang agar kebutuhan air baku masyarakat dan keberlangsungan pembangunan Batam tetap terjamin.
Amsakar juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait kondisi air baku yang dikaitkan dengan masuknya investasi atau perusahaan baru di Batam. Ia menjelaskan, perusahaan yang baru berinvestasi masih berada pada tahap pembangunan instalasi maupun gedung sehingga belum menggunakan air dalam jumlah besar.
“Jadi cerita di masyarakat bahwa karena masuk perusahaan A, perusahaan B, perusahaan C, maka air kering, enggak ada kaitannya. Perusahaan yang baru masuk dan baru berinvestasi itu baru membangun instalasi, baru membangun gedung, belum ada memakai air,” katanya.
Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan insan media, untuk menyampaikan informasi secara utuh serta menjaga suasana yang saling menguatkan.
“Ayolah kita kecilkan cerita-cerita yang kontraproduktif itu karena Batam membutuhkan energi bersama yang sifatnya saling memperkuat di antara satu sama lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengingatkan jajarannya agar memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai rencana, termasuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik.
Ia meminta jajaran perangkat daerah menjaga konsistensi pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menutup arahannya, Amsakar memohon dukungan dan doa dari para mubaligh, imam masjid, guru Al-Qur’an, serta masyarakat Batam agar Pemko Batam diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Ia menyebut tiga persoalan besar yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini, yakni sampah, air, dan banjir.
“Saya mohon tiga hal itu karena gampang membuat orang tergelincir, tapi kalau sudah didoakan, mudah-mudahan kami dijaga oleh Allah SWT,” tutup Amsakar.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : Ronny Alimin
Reporter : azura aronita










































