read news – Soal Rempang, PK NTT Minta Diselesaikan secara Humanis

0
Soal Rempang, PK NTT Minta Diselesaikan secara Humanis. Tampak Penasehat PK NTT Kota Batam, Bali Dalo SH (kiri) dan Ketua Umum PK NTT Andi Muktar (kanan). (foto dok : muhammad amin-batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Proyek Strategis Nasional (PSN), merupakan investasi yang sedang digesa pemerintah dengan nilai investasi lebih kurang US$ 11,5 miliar atau sekitar Rp 170- an triliun. Rencananya, melalui investasi ini, akan dibangun Rempang Eco City, oleh produsen kaca China, Xinyi Glass Holdings Ltd.

Rencana investasi tersebut, sempat mendapat penolakan dari warga, karena merasa belum mendapat penjelasan secara menyeluruh terkait investasi dimaksud, serta merasa seperti dipaksa untuk meninggalkan kampung tempat tinggalnya.

Apalagi sebagai warga tempatan merasa hak-hak sebagai warga negara Indonesia terabaikan.

Untuk itu Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur ( PK NTT) Kota Batam, merasa berkepentingan untuk meminta pemerintah memenuhi hak-hak masyarakat Rempang yang sudah turun temurun di Pulau Rempang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN).

Hal ini, sebagai wujud keseriusan pemerintah dan mempercepat proses investasi di Rempang dengan langkah dan cara yang humanis, sehingga kehadiran investasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitarnya dan proses inventasi berjalan tanpa aral yang melintang.

Menyikapi hal ini, Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Andi S. Mukhtar menyampaikan untuk merealisasikan investasi di Rempang, maka pemerintah berkewajiban memenuhi permintaan atau hak-hak dari warga.

“Proses komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, sudah semakin membaik, sehingga diharapkan dapat terwujud sesuai dengan apa yang telah diputuskan, ” ujar Andi Muktar di Batam center baru baru ini.

“Maka kami minta agar pemerintah segera mewujudkan keputusan, sehingga masyarakat percaya dengan janji pemerintah. Saya percaya jika komunikasi yang baik dengan warga dan memberikan pemahaman terhadap investasi yang akan dilakukan dan mewujudkan apa yang dijanjikan, maka akan timbul rasa yakin dari warga akan mengikuti keputusan atau kebijakan dari pemerintah terhadap perbaikan kehidupan mereka,” ungkap Andi Mukhtar.

Sementara itu, penasehat PK NTT Kota Batam, Bali Dalo mengatakan, bahwa pada dasarnya, semua orang di Batam, bahkan di Indonesia, pasti mendukung adanya investasi. Apalagi nilai investasi yang digelontorkan ke Rempang, sepanjang sejarah berdirinya Otorita Batam sampai dengan merubah nama menjadi BP Batam, baru kali ini bisa mendatangkan nilai investasi yang besar.

“Saya pikir, semua orang pasti mendukung adanya investasi. Karena dengan investasi pasti mendatangkan kemakmuran atau kemajuan daerah tersebut. Maka dengan sendirinya, masyarakat sekitar pasti merasakan manfaat dan keuntungan dari investasi itu sendiri. Saya melihat ada komunikasi yang kurang bagus diawal rencana pelaksanaan investasi di Rempang, sehingga Rempang menjadi Trending topic hari ini yang menggempar Indonesia”, ujar Bali Dalo.

Bali Dalo, yang juga pernah menjadi kuasa hukum Otorita Batam sebelum berubah nama menjadi BP Batam, menilai kehadiran BP Batam sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mendatangkan investasi di Batam, seharusnya sudah mensosialisasikan rencana investasi ini, jauh sebelumnya.

Walaupun menurutnya pernah ada cerita tentang investasi pada tahun 2004 harus dinyatakan sebagai sebuah cerita lama yang telah berlalu dan hari ini datang kembali investasi Rempang Eco City harus diceritakan sebagai sebuah cerita investasi baru yang humanis, karena yang lama itu mirip dengan hari ini tetapi tidak sama dengan hari ini, sehingga semua orang yang berkepentingan dan terdampak dari investasi ini, memahami dan mengetahuinya.

Ditempat terpisah, Penasehat PK NTT lainnya, Simon Payong Masan, menilai saat ini, dengan kehadiran beberapa pejabat tinggi dari Jakarta yang turun langsung menemui masyarakat di Rempang, membuat situasi di Kota Batam, kembali kondusif.

Maka, Simon Payong Meminta semua pihak untuk menahan diri, apalagi melakukan provokasi yang memperkeruh suasana dan kondisi.

“Jangan pula krena adanya kepentingan politik sehingga melakukan provokasi dan informasi-informasi yang menyesatkan sehingga menambah atau bahkan memperkeruh kondusifitas Kota Batam,” tegas Simon Payung.

Sedangkan Ketua harian PK NTT Kota Batam, Dominggus RR Woge, menyampaikan rasa prihatin dan rasa simpati atas peristiwa yang terjadi dan menimpah warga Rempang pada umumnya dan meminta warga atau masyarakat di Rempang asal NTT atau keturunan dari NTT yang berdomisili di Rempang agar terus membangun komunikasi dengan semua warga Rempang pada umumnya dengan berprinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung dan tetap menjaga keharmonisan dengan semua pihak dan mengikuti perkembangan dari proses investasi Rempang Eco City ini.

“Kami meminta warga asal NTT yang berdomisili di Rempang ataupun yang berada di Kota Batam dan disekitarnya, agar jangan mudah terprovokasi dengan informasi-informasi yang tidak bertanggujawab, sehingga menambah situasi menjadi tidak kondusif. Kita berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan Rempang Eco City ini, sehingga bisa membuka lapangan kerja buat kita semua dan terkhusus buat saudara kami yang berada di Rempang,” pungkas Don Woge.

editor oktarian

reporter  : muhammad amin