BINTAN, batamtv.com – Warga kawasan pesisir yang bermukim di daerah terluar Kepri, sangat mengharapkan program Mubaligh Hinterland yang digagas Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad terus berlanjut.
Program ini dirasakan sangat mumpuni mencegah degradasi akhlak.
Menurut salah seorang mubaligh yang ditempatkan di kawasan pedalaman Provinsi Kepulauan Riau Odirman Harefa Para orang tua khawatir degradasi akhlak anak anak dampak kemajuan zaman.
“Dan juga waktu mereka untuk keluarga sangat terbatas. Mereka khawatir akhlak anak anak rusak karena tidak cukup waktu memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya. Untuk itu mereka berharap program penempatan mubaligh di pesisir ini terus berlanjut,” papar Odirman (07/05).
Lebih lanjut pemuda 25 tahun asal Pulau Nias, Sumatera Utara ini menjelaskan dia menjalankan tugasnya sebagai mubaligh di Desa Pengikik Bintan.
Warga berharap program Mubaligh Hinterland tidak hanya berlangsung satu tahun karena tidak akan berhasil.
penduduk Desa Pengikik Tambelan yang bermata pencarian sebagai nelayan mengakibatkan anak-anak yang ada di desa itu cenderung ikut mengenyampingkan pendidikan, khususnya pendidikan agama.
Anak-anak di desa di pulau terpencil itu mengikuti kebiasaan orang tuanya: disibukkan dengan mencari ikan di laut, sehingga memunculkan baru.
Odirman Hareva menyatakan, jauhnya jarak tempat ia ditugaskan tidak menahan niat untuk melakukan aktivitas sebagai da’i.
“Ini karena warga di desa Pengikik sangat membutuhkan keberadaan ustadz,” kata Odirman.
Desa ini terbilang jauh karena menempuh jarak sekitar sembilan jam perjalanan laut dari pusat Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan.
Kecamatan Tambelan adalah sebuah kecamatan terjauh dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Secara geografis Kecamatan ini berdekatan dengan Pontianak Kalimantan Barat. Tambelan jarak tempuh minimal 8-10 jam perjalanan laut dari Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang.
Sudah tiga tahun Desa Pengikik tidak memiliki ustat atau da’i yang mengajarkan pendidikan agama. (ds)









































