read news – Pj Walikota Tanjungpinang, Hasan : Pemko Konsen ke Masalah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

0
Pj walikota Tanjungpinang, Hasan mengatakan Pemko sangat konsen terhadap masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini. Dirinya bersama Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala DP3APM telah berdiskusi secara internal menyusun rencana aksi penanganan masalah kekerasan ter hadap perempuan dan anak.. (Foto : abdi perdana - batamtv.com)
Pj walikota Tanjungpinang, Hasan mengatakan Pemko sangat konsen terhadap masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini. Dirinya bersama Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala DP3APM telah berdiskusi secara internal menyusun rencana aksi penanganan masalah kekerasan ter hadap perempuan dan anak.. (Foto : abdi perdana - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com –  Pj walikota Tanjungpinang, Hasan mengatakan Pemko sangat konsen terhadap masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini. Dirinya bersama Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala DP3APM telah berdiskusi secara internal menyusun rencana aksi penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Nanti akan kita rampungkan apa yang menjadi rencana aksi yang akan dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang dapat meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak,” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DP3APM Tanjungpinang Rustam menyampaikan, peresmian Rumah Melati dan Gedung Puspaga Gelige merupakan tindak lanjut dari arahan Pj Wali Kota Hasan dan harapan Kapolresta Tanjungpinang, tentang pentingnya pencegahan kekerasan kepada anak di Tanjungpinang yang cukup tinggi.

Menurutnya, salah satu akar masalah kekerasan terhadap anak adalah kerapuhan keluarga dan kurangnya kemampuan untuk memberikan kenyamanan kepada anak dan melakukan pengasuhan secara optimal kepada anak.

“Gedung Puspaga Gelige ini diharapkan nantinya menjadi alternatif solusi bagi keluarga yang membutuhkan konsultasi dan konseling dalam melakukan pengasuhan kepada anak yang sebaiknya berbasis kepada pemenuhan kebutuhan dan kepentingan yang terbaik bagi anak,” ujarnya.

Sedangkan Rumah Melati, lanjut Rustam, adalah selter atau rumah singgah bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan, yang membutuhkan tempat aman untuk sementara.

“Selain disediakan tempat istirahat juga tersedia fasilitas bermain outdoor bagi anak agar tidak merasa bosan saat berada di rumah ini,” katanya.

Untuk meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata Rustam, pihaknya telah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka peluasan edukasi parenting, diantaranya dengan TP PKK, GOW dan Dharma Wanita, serta saat ini juga diperluas kolaborasi dengan BKMT.

“Kami menyadari berbagai sarana dan upaya yang dilakukan DP3APM sediakan ini tentu jauh dari mencukupi, untuk mengurangi kasus-kasus kekerasan seminimal mungkin,” tuturnya.

Ia menambahkan, penyebab lain terjadi kekerasan adalah persoalan ekonomi, sehingga mendorong pihaknya menyerahkan bantuan peralatan kuliner kepada perempuan miskin, rentan dan perempuan kepala keluarga.

“Ini atas arahan Pj wali kota, melalui dana insentif fisikal kita diserahkan bantuan peralatan kuliner berupa mixer dan dandang, serta perlengkapan buket bagi perempuan miskin, rentan dan perempuan kepala keluarga,” imbuhnya .

Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdana