
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Sarana dan prasarana kesehatan di tingkat rumah tangga harus ditunjang dengan kelengkapan yang memadai. Sayangnya, sampai saat ini di Kepri masih ada keluarga di wilayah titik titik dimana masih belum memiliki jamban. Bahkan angkanya mencapai ribuan .
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Muhammad Bisri bahwa untuk menuntaskan masalah pemenuhan kebutuhan jamban ini , butuh kebijakan dan kepemimpinan kepala daerah yang kuat .
Bisri menjelaskan sebanyak 28.559 keluarga di Kepri tidak memiliki jamban yang layak. Jumlah tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi keluarga berisiko stunting tingkat desa/kelurahan di 7 Kabupaten/Kota yang dilakukan BKKBN Kepri pada tahun 2021.
“Butuh kebijakan yang kuat dan tekat dari pimpinan daerah dan masyarakat sendiri,” katanya, Senin (20/2/2023).
Bisri menuturkan, jamban tidak sehat masih cukup banyak ditemui di Kepri, khususnya permukiman pesisir.
Setiap tahunnya, Dinas Kesehatan telah gencar membagikan jamban gratis kepada warga yang kurang mampu.
Selain itu, masih ada program jamban komunal atau umum oleh Dinas PUPR Kepri.
“Ada program jamban gratis tahun kemarin, tahun ini ada tapi nggak banyak, kalau komunal itu dari PUPR,” tuturnya.
Bisri menambahkan, pemerataan jamban layak memiliki tantangan tersendiri, selain bentuknya khusus tapi juga mahal.
“Wilayah kita kepulauan, masyarakat tinggal di pinggiran pantai, MCK nya khusus dan biayanya lebih mahal,” tambahnya.
Editor : Oktarian
Reporter : Dwi Susilo









































