
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Lembaga Adat Melayu atau LAM Tanjungpinang bidang Pemuda dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menggelar pelatihan Publik Speaking Dan Pantun.
Kegiatan ini digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang pada Sabtu pagi (01/10) kemarin.
Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Organisasi antara lain KAMMI Komisariat Gurindam 12 Umrah, KAMMI Bulang Linggi Umrah dan KAMMI Segantang Lada STAI MU Tanjungpinang.
Agenda rutin sebulan sekali ini dilaksanakan di gedung LAM Provinsi Kepulauan Riau dengan berbagai macam bentuk kegiatan secara bergantian seperti kajian, workshop, pelatihan dan lain-lain.
Pengurus Bidang Kepemudaan dan Pengembangan SDM Lembaga Adat Melayu LAM Provinsi Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang Datok Fakhriansyah menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada para mahasiswa yang mengikuti acara ini.
“Mahasiswa merupakan generasi intelektual yang nantinya akan menjadi pemimpin di Negeri ini. Tentunya sebagai calon pemimpin haruslah menguasai publik speaking untuk tampil dihadapan publik,” kata Fakhriansyah.
Fakhriansyah menambahkan, disamping mengusai publik speaking mahasiswa juga harus bisa berpantun karena pantun ini merupakan tradisi lisan orang melayu. Kebiasaan orang melayu kalau berbicara dihadapan publik baik di acara formal maupun nonformal akan diawali dengan berpantun.
“Hal ini juga tentunya sebagai salah satu ikhtiar kita sebagai generasi penerus untuk menjaga dan melestarikan adat dan budaya melayu.”. tutup Fakhriansyah.
Pemateri pertama Dato Rendra Setyadiharja, S.Sos.,M.IP mengungkapkan style atau gaya komunikasi orang melayu selalu menjadikan pantun sebagai bagian yang tak terpisahkan.
Oleh karena itu menguasai pantun merupakan keharusan bagi masyarakat melayu khususnya bagi para pejabat yang memimpin negeri ini baik yang berasal dari Kepri maupun dari luar Kepri.
Sebagaimana pepatah melayu mengatakan “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” bagitulah pantun diwujudkan dalam tradisi lisan orang Melayu. Sebagai pemantun yang telah mendapatkan rekor muri dan saat ini menjadi salah satu juri pantun Nasional Rendra menjelaskan tentang pantun mulai dari pengertian sampai mempraktekkan pembuatan pantun sesuai kaidahnya.
Sementara itu pemateri kedua Dato Ramli Muasmara, M.Pd.I yang juga merupakan ketua Bidang Kepamudaan dan Pengembangan SDM LAM Provinsi Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang menyampaikan tentang publik speaking dalam berdakwah.
Dijelaskanbya dakwah merupakan tugas kita semua sebagai seorang muslim, bahkan didaerah melayu kita meyakini bahwa adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah. Oleh karenanya menguasai publik speaking menjadi suatu keharusan. Dan akan lebih menarik jika penyampaian dakwah dikemas dalam pantun, tentunya hal ini akan mudah diterima oleh masyarakat yang ada di kota Tanjungpinang yang merupakan kota gurindan Negeri pantun.
Rangkaian terakhir dari pelatihan ini adalah peserta satu persatu tampil didepan untuk langsung mempraktekan materi materi yang telah disampaikan pemateri atau narasumber. (ian)








































