read news – Kasus Aktif Covid-19 di Batam Tambah 235 Orang, 291 Selesai Isolasi

0
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat mengunjungi pasien covid-19 tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri terpadu di Asrama Haji,. f.aby-batamtv.com

BATAM, batamtv.com – Perkembangan Covid-19 di Batam saat ini fluktuatif. Setelah penambahan kasus baru sempat menurun, pada Minggu (27/2/2022) lalu, kini kasus aktif bertambah 235 orang, pada Senin (28/2/2022).

Di hari yang sama, 291 orang telah selesai isolasi, dan tidak ada kasus meninggal dunia. Dengan demikian, hingga saat ini, total kasus Covid-19 di Batam mencapai 29.642 kasus positif, yang mana di antaranya 26.551 orang selesai diisolasi, 867 meninggal dunia, dan 2.224 kasus masih aktif.

“Saat ini tingkat kesembuhan masih lebih tinggi, di angka 89 persen, sedangkan kasus aktif 7,5 persen, dan tingkat kematian 2,9 persen,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi.

Di antara wilayah persebaran kasus aktif di Batam, Kecamatan Batam Kota dan Kecamatan Sagulung adalah yang paling banyak kemunculan kasus. Batam Kota masih memiliki 552 kasus aktif, dan Sagulung 450 kasus. Sementara itu, wilayah Hinterland masih terpantau berzona kuning. Kecamatan Galang memiliki 2 kasus aktif dari area Rempang Cate, Belakangpadang terdapat 3 kasus dari Kelurahan Tanjungsari, kemudian Bulang memiliki 3 kasus dari Setokok dan Temoyong.

Adapun kasus meninggal dunia akibat Covid-19 mulai bertambah sejak lonjakan kasus baru. Berdasarkan kelompok usia, pasien Covid-19 yang meninggal paling banyak berasal dari rentang usia 46 – 55 tahun, sebanyak 243 orang.

Sedangkan, kasus positif Covid-19 paling banyak terpapar warga berusia 26 – 35 tahun, yakni sebanyak 8.195 kasus.
Pasien yang meninggal dalam keadaan Covid-19 lebih banyak yang meninggal tanpa komorbid.

Meski demikian, tiga penyakit penyerta paling umum dari kasus meninggal dunia, yakni Diabetes Melitus sebanyak 216 kasus, Hipertensi 182 kasus, dan Pneumonia 104 kasus. “Kasus-kasus aktif saat ini masih ada yang dalam proses evakuasi, sebanyak 644 orang. Sedangkan, yang isolasi mandiri 905 orang, di Asrama Haji 431 orang, dan sisanya dirawat di rumah sakit,” tambah Didi.

Secara total, angka kasus Omicron di Kepri mencapai 925 kasus, hingga Minggu (27/2/2022). Angka ini berasal dari penambahan 51 kasus di bulan Januari dan 874 kasus di bulan Februari 2022.

Menurut persebaran wilayahnya, Batam menjadi lokasi yang paling banyak kemunculan kasus Omicron, yang mana saat ini berjumlah 730 kasus.

Sementara itu, di Kota Tanjungpinang, kasus Omicron mencapai 88 kasus.

Kemudian, terdapat 15 kasus dari Kabupaten Natuna, 12 kasus dari Karimun, 11 kasus dari Bintan, dan 2 kasus dari Lingga.
Di samping itu, ditemukan pula kasus probable Omicron pada 67 sampel Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang singgah di Batam. “Jumlah sampel yang kami periksa sampai 27 Februari 2022, ada 20.069 sampel. 17.161 di antaranya negatif, dan 2.908 lainnya positif,” jelas Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, Budi Santosa, Senin (28/2/2022).

Dengan banyaknya sampel yang masuk ke BTKLPP Batam, sejumlah reagensia dan bahan habis pakai pun semakin berkurang.
BTKLPP Batam memprediksi sekitar akhir Maret, April sampai Mei 2022, stok reagensia dan bahan habis pakai kemungkinan segera habis.

“Kemarin sore ada tambahan 3.000 reagensia untuk ekstraksi dari BTKLPP Yogyakarta. Tapi untuk reagensia PCR belum ada tambahan,” ujar Budi. (aby)