
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Pembangunan box culvert di jembatan Jalan Raja Haji Fisabilillah mulai dilaksanakan beberapa hari kedepan. Untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di jalur tersebut, warga diminta sementara waktu menggunakan jalan alternatif lain karena jalan tersebut akan ditutup.
Hal ini dijelaskan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepulauan Riau (Kepri) yang akan segera menutup sementara Jalan Raja Haji Fisabilillah, Km 8 Atas, Tanjungpinang, mulai 19 Juni 2023.
Warga bisa menggunakan rute jalan alternatif yang bisa digunakan untuk laluan masyarakat nantinya, dari arah simpang Pesona melalui Jalan Hanjoyo Putro- Cenderawasih dan keluar Jalan Abadi (begitupun sebaliknya).
Sedangkan dari arah bundaran Stisipol jalan yang lalui yakni Jalan Abadi-Cendrawasih-Hanjoyo Putro-keluar Simpang Albaik, begitupun warga bisa menggunakan jalur alternatif Jalan Peralatan menuju DI Panjaitan Batu 6 (begitupun sebaliknya).
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) PUPP Suji Hartanto mengatakan, pengalihan jalur alternatif selama kurun waktu satu bulan sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan proyek jembatan box culvert agar terlaksana sesuai aturan dan kualitas kerja.
“Pekerjaan jembatan box culvert di Jalan RH Fisabilillah ini merupakan pekerjaan reservasi jalan yang anggarannya bersumber dari APBN dan dikerjakan oleh Dinas PU Kepulauan Riau,” katanya, Kamis (15/6).
Dirinya menuturkan, proses masa kerja proyek selama 291 hari kalender atau sejak 14 Maret Tahun 2023 sampai nanti dibuka kembali rencananya 18 Juli mendatang.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pengguna jalan, karenanya jalan tersebut terpaksa harus dialihkan,” ucapnya.
Secara teknis, Suji membeberkan pelaksanaan proyek, yakni menggunakan box pracetak ukuran 3×4 meter, akan dibuat peninggian badan jalan, guna mengatasi permasalahan banjir yang sering terjadi di lokasi tersebut saat musim penghujan.
“Rencana akhir pekan ini proses pemasangannya, mulai Senin depan, jalan terpaksa sudah kita alihkan ke jalur lain,” terangnya.
Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdana









































