read news – Ibu Rumah Tangga di BIntan Ikuti Pelatihan Merajut Tapestry Kanvas 

0
Ketua TP-PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani  (tengah baju batik cokelat motif) saat bersama peserta Pelatihan Merajut Tapestry Kanvas  diselenggarakan sebagai upaya peningkatan partisipasi kepemudaan di bidang ekonomi, Rabu (06/09) digelar di Hotel Bhadra. (Foto : abdi perdana - batamtv.com)
Ketua TP-PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani  (tengah baju batik cokelat motif) saat bersama peserta Pelatihan Merajut Tapestry Kanvas  diselenggarakan sebagai upaya peningkatan partisipasi kepemudaan di bidang ekonomi, Rabu (06/09) digelar di Hotel Bhadra. (Foto : abdi perdana - batamtv.com)

BINTAN, batamtv.com – Pelatihan Merajut Tapestry Kanvas  diselenggarakan sebagai upaya peningkatan partisipasi kepemudaan di bidang ekonomi, Rabu (06/09) digelar di Hotel Bhadra.

Kegiatan yang digagas DP3P2KB bersama GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Bintan ini diikuti oleh 35 peserta dari seluruh organisasi wanita yang ada di Bintan. Hasil pelatihan ini diharapkan akan dapat berlanjut di rumah-rumah dan disebarkan kepada masyarakat sekitar.

Tapestry sendiri adalah bentuk seni tekstil berupa tanun tradisional yang dikerjakan dengan alat tenun vertikal yang dapat dilakukan di lantai. Jenis tenun yang dianyam secara vertikal disebut dengan lungsin, sedangkan yang dimasukkan atau dianyam secara horizontal disebut dengan pakan.

Perempuan-perempuan Bintan pun kini siap mengembangkan kemampuan dan keahlian dalam seni kreasi yang memiliki peluang besar.

Ketua TP-PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani yang membuka kegiatan secara resmi mengatakan bahwa dirinya sering melihat beberapa karya seni hasil rajutan tangan di beberapa daerah. Dirinya percaya perempuan-perempuan Bintan punya potensi yang tak kalah hebatnya.

“Selamat mengikuti dan ambil semua ilmunya. Jangan puas sampai di sini, belajar dan terus belajar. Pengalaman itu yang nanti akan menghantarkan pada skill yang hebat. Saya yakin perempuan-perempuan Bintan punya potensi dan mampu bersaing,” ungkap Hafizha.

Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdana