
BATAM, batamtv.com – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri Cen Sui Lan meninjau radar tercanggih Vessel Traffic System (VTS) senilai Rp180 miliar di Tanjung Sengkuang Batam, Rabu (11/05/22).
Fasilitas atau perangkat radar ini dikelola VTS Center Batam Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjung Pinang Direktorat Navigasi Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan.
Instansi ini satu dari sejumlah mitra kerja Cen Sui Lan sebagai Anggota Komisi V DPR RI.
“Aset negara yang bernilai Rp180 miliar ini berfungsi sebagai mata dan telinga negara, dalam memantau dan memonitor setiap kapal yang memasuki wilayah NKRI,” kata Cen Sui Lan menjelaskan fungsi VTS Center tersebut.
Setiap kapal sebesar apa pun akan terekam (record). Baik dalam bentuk video, gelombang radio, real time. Data yang terekam itu mampu disimpan beberapa tahun.
“Apapun kejadian di laut kita wilayah terdepan yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, mampu kita kontrol dengan baik didukung SDM yang merah putih,” ujar Cen Sui Lan.
VTS Center selalu berbagi data dengan instansi lain. Seperti Bea Cukai dalam penegakan hukum dalam rangka pengamanan pendapatan negara. Kemudian, untuk pencegahan dan penindakan penyeludupan.
Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Direktorat Navigasi Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan akan selalu berkoordinasi dengan instansi lain. Baik sipil atau militer, berbagi data sesama aparat negara dalam rangka memastikan penerimaan negara. Baik dari pajak dan PNBP lainnya.
Dalam kunjungan kerja ini, Cen Sui Lan diterima dan mendapat penjelasan tentang VTS Center dari Kepala Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang, Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan Budi Bimantoro.
Dalam kunjungan ini, Budi Bimantoro meminta kepada Cen Sui Lan untuk memberikan dukungan dan bantuan guna pengadaan sarana dan prasarana, fasilitas VHS di wilayah terdepan yang belum tercover, di 4 titik wilayah Provinsi Kepri.
Untuk penambahan pengadaan empat fasilitas radar canggih VTS tersebut, Cen Sui Lan meminta kepada Budi Bimantoro untuk menyiapkan data-data pendukung, guna melengkapi sarana dan prasarana VTS di wilayah terdepan wilayah Kepri.
“Sehingga seluruh wilayah Kepri, mulai dari Natuna dan wilayah barat lainnya mampu dicover. Dengan demikian fungsi keselamatan pelayaran dan kapal kapal ilegal, mampu kita cegah. Dan penerimaan PNBP kita bisa semakin meningkat,” terang Cen Sui Lan.
“Pengadaan 4 VTS itu sekitar Rp240 miliar. Kalau sudah terpenuhi, itu bisa meminimalisir kapal-kapal ilegal yang selalu mencari peluang di wilayah kita,” tambahnya.
Dengan fasilitas ini, bisa menjadi marwah bagi NKRI dan semakin meningkatkan kedaulatan di laut.
“Saya mau, seperti FIR di udara, kita kuasai kedaulatan kita. Maka VTS di laut juga kita kuasai dan rebut, lewat IMO. Dari 2.000 kapal yang masuk ke NKRI, masih kecil PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang masuk ke negara kita,” ungkap Cen Sui Lan.
“Akan saya perjuangkan lagi penambahan 4 fasilitas VTS itu, melalui APBN,” pungkas Cen Sui Lan. (ds)








































