read news – BPS Kepri Rilis Data Karakteristik Umum Pertanian di Kepri

0
Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus (tengah) mengatakan saat ini adalah tahapan diseminasi ST2023 yang dimulai dengan tahapan persiapan sejak tahun 2021. Sementara Sensus Pertanian terakhir digelar pada tahun 2013 lalu. (Foto : dwi susilo - batamtv.com)
Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus (tengah) mengatakan saat ini adalah tahapan diseminasi ST2023 yang dimulai dengan tahapan persiapan sejak tahun 2021. Sementara Sensus Pertanian terakhir digelar pada tahun 2013 lalu. (Foto : dwi susilo - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com – Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus  mengatakan saat ini adalah tahapan diseminasi ST2023 yang dimulai dengan tahapan persiapan sejak tahun 2021. Sementara Sensus Pertanian terakhir digelar pada tahun 2013 lalu. Sensus Pertanian digelar setiap 10 tahun.

“Rilis ini merupakan tahap pertama yang memuat karakteristik umum pertanian di Kepri. Sementara hasil rinci akan disampaikan pada April 2024” ujar Darwis Sitorus saat BPS Kepulauan Riau merilis Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 (ST2023) – Tahap I Provinsi Kepri di Balairung Raja Ali Kelana Lantai 4, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (04/12).

Acara  dihadiri  Asisten II Pemprov Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Barenlitbang Misni, Kepala Dinas KP2KH Rika Azmi, Perwakilan OPD Pemprov Kepri, para Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Kepri.

Darwis memaparkan 7 subsektor yang didiseminasi pada ST2023 diantaranya tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, dan jasa pertanian.

“Kemudian variabel-variabel yang didiseminasikan pada Diseminasi Hasil Pencacahan Lengkap ST2023 Tahap I, terdiri dari Usaha Pertanian dan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP), Demografi Pengelola Usaha Pertanian, Lahan yang Dikuasai, Petani Gurem, Petani Milenial, Urban Farming, dan Komoditas utama” papar Darwis.

Berdasarkan hasil pencacahan, jumlah usaha pertanian di Kepri pada tahun 2023 adalah sebesar 81.135, mengalami penurunan 1,14 persen dibanding tahun 2013 yang sebesar 82.074. Jenis usaha pertanian pada ST2023 terdiri atas Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL).

“UTP di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2023 sebanyak 81.006 unit, berkurang 1,25 persen dari tahun 2013 yang sebanyak 82.028 unit. UTP paling banyak terdapat di Kabupaten Karimun dengan jumlah 18.939 unit atau 23,38 persen dari UTP di Provinsi Kepulauan Riau. Sementara itu, UTP paling sedikit terdapat di Kota Tanjungpinang dengan jumlah 2.520 unit atau 3,11 persen dari UTP di Provinsi Kepulauan Riau” paparnya.

Sementara itu Darwis menambahkan UPB di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2023 sebanyak 33 unit, turun 8,33 persen dari tahun 2013 yang sebanyak 36 unit. UPB paling banyak terdapat di Kota Batam dengan jumlah 14 unit atau 42,42 persen dari UPB di Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Natuna merupakan Kabupaten yang tidak memiliki UPB.

“Terakhir, UTL di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2023 sebanyak 96 unit, bertambah 86 unit (860 persen) dari tahun 2013 yang sebanyak 10 unit. UTL paling banyak terdapat di Kabupaten Natuna dengan jumlah 36 unit atau 37,50 persen dari UTL di Provinsi Kepulauan Riau. Selanjutnya, UTL paling sedikit terdapat di Kota Batam dengan jumlah 1 unit atau 1,04 persen” katanya lagi.

Berdasarkan subsektor yang diusahakan, sebagian besar UTP bergerak di subsektor perikanan yaitu sebanyak 37.972 unit. Sementara itu, UPB di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2023 sebagian besar berusaha pada subsektor perkebunan yaitu sebanyak 8 unit. Selanjutnya, Sebagian besar UTL yang ada di Provinsi Kepulauan Riau bergerak di subsektor hortikultura yaitu sebanyak 55 unit.

“Berdasarkan hasil ST2023, petani milenial yang berumur 19–39 tahun, baik menggunakan maupun tidak menggunakan teknologi digital, sebanyak 18.616 orang. Sementara itu, petani yang berumur lebih dari 39 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 14.111 orang dan petani yang berumur kurang dari 19 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 29 orang” imbuh Darwis.

Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdana