
Kyiv,batamtv.com, – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum siap menandatangani kesepakatan terkait mineral tanah jarang kepada Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump ingin Ukraina memberi perusahaan-perusahaan AS akses sebagai kompensasi atas puluhan miliar dolar bantuan yang diberikan di bawah pendahulunya Joe Biden.
Penasihat Keamanan Nasional Trump, Mike Waltz pada Jumat meramalkan, Zelensky akan segera menandatangani kesepakatan tersebut, tetapi garis besar dari perjanjian yang diusulkan itu belum dipublikasikan.
“Dalam bentuk draf yang ada sekarang, presiden belum siap menerimanya, kami masih coba membuat perubahan dan menambahkannya,” kata seorang sumber Ukraina yang dekat dengan masalah tersebut kepada AFP pada Sabtu (22/2/2025).
“Tidak ada kewajiban Amerika dalam perjanjian mengenai jaminan atau investasi, semuanya sangat tidak jelas, dan mereka ingin memeras 500 miliar dolar AS (RP 8.000 triliun) dari kami,” jelas dia.
“Kemitraan macam apa ini? Dan mengapa kita harus memberikan 500 miliar dolar, tidak ada jawaban,” tambah sumber itu seraya menambahkan Ukraina telah menawarkan amandemen.
Diketahui, Ukraina tengah mencari jaminan keamanan dari Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan apa pun yang akan menyerahkan sumber daya alam dan mineral penting Ukraina. Perselisihan mengenai kesepakatan itu terjadi di tengah perang kata-kata antara Zelensky dan Trump.
Donald Trump juga menyebut mitranya dari Ukraina itu sebagai “diktator” dalam sebuah unggahan di media sosial awal minggu ini.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com









































