Batam, batamtv.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperluas akses pendidikan dengan membangun dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kota Batam pada tahun 2026.
Dua sekolah tersebut yakni SMKN 13 yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, serta SMKN 14 di kawasan Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMKN 13 Batam, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini turut dihadiri unsur DPRD Kepri, jajaran OPD, Forkopimda, Wali Kota Batam, serta tokoh masyarakat setempat.
Ansar Ahmad menjelaskan, pembangunan dua sekolah baru ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan, khususnya di Kota Batam.
Menurutnya, langkah tersebut juga untuk mengatasi tingginya jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
“Pembangunan ini diharapkan mampu menampung kebutuhan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kepri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran SMKN 13 dan SMKN 14 diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Ke depan, kita ingin melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi vokasi, berintegritas, dan mampu bersaing di dunia kerja,” katanya.
SMKN 13 Batam dibangun di atas lahan seluas 7.360 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp4,1 miliar yang bersumber dari APBD 2026. Pembangunan tahap awal meliputi enam ruang kelas, satu ruang praktik siswa, ruang kepala sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya.
Meski dibangun satu lantai pada tahap awal, struktur bangunan dirancang untuk pengembangan hingga tiga lantai dan ditargetkan rampung pada November 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan pembangunan SMKN 13 merupakan bentuk respons atas kebutuhan masyarakat di Kecamatan Bengkong.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar telah berjalan dengan jumlah 480 siswa yang terbagi dalam beberapa rombongan belajar dan tiga jurusan, yakni teknik pengelasan, teknik komputer jaringan, dan teknik elektronika industri. Untuk sementara, proses pembelajaran masih menumpang di SMAN 8 Batam.
Selain pembangunan sekolah baru, Pemprov Kepri juga berencana melakukan konversi sejumlah SMA menjadi SMK guna memenuhi tingginya minat siswa terhadap pendidikan vokasi.
Di antaranya, SMAN 18 Sagulung dan SMAN 29 Sekupang direncanakan berubah menjadi SMKN 15 dan SMKN 16.
Ansar menyebutkan, ke depan komposisi pendidikan di Kepri ditargetkan mencapai 70 persen SMK dan 30 persen SMA guna mendukung kebutuhan tenaga kerja industri.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : dwi susilo










































