
Tanjungpinang, batamtv.com Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Aston Tanjungpinang Hotel & Conference Center, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, dan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari kader, pengurus, serta undangan dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Musda menjadi forum strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi sekaligus menetapkan kepemimpinan partai di tingkat provinsi. Berdasarkan proses pendaftaran yang dibuka sehari sebelumnya, tercatat satu bakal calon yang mengikuti penjaringan Ketua DPD Partai Golkar Kepri.
Dalam sambutannya, Ansar mengapresiasi konsistensi pelaksanaan Musda yang telah berlangsung hingga lima kali di Kepulauan Riau. Ia juga menyampaikan pengalamannya pernah memimpin DPD Golkar Kepri selama beberapa periode.
Menurutnya, stabilitas organisasi yang terjaga tanpa dinamika musyawarah luar biasa mencerminkan soliditas internal partai.
Ansar menilai Musda sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menghasilkan keputusan strategis, tidak hanya terkait kepemimpinan, tetapi juga dalam menyiapkan kader lintas generasi.
Ia menekankan pentingnya regenerasi, seiring dominasi generasi muda dalam komposisi penduduk Kepulauan Riau. Keterlibatan kelompok tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa dalam sistem multipartai, setiap partai memiliki karakter dan basis dukungan yang berbeda, sehingga kualitas figur dan kepemimpinan menjadi aspek yang menentukan kepercayaan publik.
Ansar berharap kepengurusan yang terbentuk mampu merangkul seluruh unsur partai, termasuk tokoh senior, guna memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah Partai Golkar, kepala daerah atau perwakilan, pimpinan partai politik, anggota legislatif, organisasi sayap, serta undangan lainnya.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : dwi susilo









































