
Batam,batamtv.com,-Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyampaikan sejumlah permasalah nelayan tradisional ke Tim Kemenkopolhukam, Senin (8/7/2024). Itu dilakukan saat diskusi keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di wilayah perairan dan diskusi yuridiksi Indonesia.
Kegiatan ini ditaja oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) dan Indonesia Ocean di Kampung Kalembak, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepri.
Ketua KNTI Batam, Armen mengatakan setidaknya secara garis besar ada 3 permasalahan besar yang sering dihadapi nelayan tradisional yang bergabung menjadi anggota KNTI.
Dijelaskannya, yang namanya nelayan tradisional itu dikategorikan sebagai nelayan yang hanya memiliki mesin kecil. Jadi, tambahnya, tidak bisa mengais rezeki untuk menuju laut lepas.
“Anggota kami itu hanya memiliki mesin 5 PK. Tentunya, jarak tangkap tidak bisa jauh, ” kata Armen mengawali penjelasan.
Dijelaskannya, dengan kondisi dan kemampuan nelayan tradisional itu, maka permasalah yang dihadapi adalah masalah reklamasi, bahan bakar yang mahal, mangrove yang terus berkurang dan adanya bekas tiang proyek.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Reporter : Muhammad Amin









































