DPRD DKI Sepakati Usulan Obligasi Rp3,5 Triliun, Pembahasan Dilanjutkan di Banggar

0
Sumber : antara

Jakarta, batamtv.com – Komisi C DPRD DKI Jakarta menyepakati usulan penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat Badan Anggaran (Banggar).

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, mengatakan kesepakatan tersebut baru mencakup besaran nilai obligasi. Sementara itu, rincian program yang akan dibiayai masih bersifat sementara dan akan dibahas lebih lanjut bersama komisi lainnya.

“Angkanya kita ketuk Rp3,5 triliun. Mengenai programnya, akan disesuaikan dan dibahas dalam rapat Banggar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu.

Ia menjelaskan, komposisi program dalam usulan obligasi tersebut masih dapat berubah setelah Banggar menerima berbagai masukan. Selain itu, pencairan obligasi akan disesuaikan dengan lini masa pekerjaan, termasuk proyek pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta.

Meski demikian, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, mengingatkan agar pihak eksekutif melengkapi sejumlah persyaratan sebelum obligasi disetujui.

Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan dasar regulasi yang kuat, kajian kelayakan proyek, pembentukan dana cadangan, serta skema pembayaran obligasi yang jelas.

“Kami harus memiliki dasar yang kuat untuk menentukan apakah obligasi daerah ini layak disetujui atau tidak,” katanya.

Ia juga menyoroti tenor obligasi selama tujuh tahun yang dinilai melampaui masa jabatan gubernur, sehingga berpotensi membebani pemerintahan berikutnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diperkirakan perlu menyiapkan dana cadangan sekitar Rp500 miliar per tahun untuk memenuhi kewajiban pembayaran obligasi.

“Hal ini berpotensi mengurangi ruang fiskal APBD, terutama untuk pembiayaan pelayanan sosial dan program prioritas lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyatakan bahwa dana obligasi akan difokuskan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Ia menegaskan, program yang dibiayai melalui obligasi bukan bersifat konsumtif, melainkan untuk mendukung pembangunan jangka panjang.

Salah satu proyek yang diusulkan adalah pembangunan LRT Jakarta Fase 1C rute Manggarai–Dukuh Atas guna memperkuat integrasi transportasi umum di Ibu Kota.

“Ini harus kita selesaikan dengan menyambungkan LRT Fase 1C dari Manggarai ke Dukuh Atas,” ujarnya.

Sumber : antara