Dibalik Prestasi Atlet Bintan dan Perlindungan BP Jamsostek bagi Atlet Event Jujitsu Match 2.0 Kota Depok

0
Ket Foto : Para atlet dan panitia event Jujitsu Match 2.0 Kota Depok terlihat juga Ketua Umum PBJI Depok Sensei Hero dan Ketua Umum PBJI Bintan Arry Arnold

DEPOK, Batamtv.com – Kejuaraan Jujitsu Match 2.0 yang diselenggarakan di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 21-22 Desember 2024 yang lalu memperebutkan piala Ketum KONI Depok membawa berkah bagi atlet Jujitsu Bintan, Jhon Rizal Pasaribu, yang berhasil meraih medali emas di nomor Fighting System kelas -94 Kg dengan mengalahkan Yahazil Batara, atlet Jujitsu dari klub Majapahit IJUKAI.

Keikutsertaan Jhon Rizal di event ini terhitung hanya memiliki persiapan singkat. Arry Arnold, selaku Team Manager mengungkapkan bahwa keikutsertaan Jhon Rizal adalah untuk persiapan TC Porprov Kepri 2026 dan mencari pengalaman tanding dengan atlet-atlet dari luar Kepri.

“Saya sampaikan kepada bung Jhon Rizal bahwa saya tidak membebani target apapun padanya,” ujar Arry Arnold.

Menurut Arnold keikutsertaan Jhon di event ini adalah untuk mencari pengalaman tanding, menguji mental dan memperluas wawasan keilmuan serta tehnik Jujitsu dengan atlet-atlet dari Jawa Barat.

“Jadi tujuannya adalah untuk pengembangan Jujitsu di Bintan nantinya,” tambahnya.

Ket Foto : Arry Arnold Team Manager yang juga Ketua PBJI Kabupaten Bintan

Dalam persiapan ke turnamen tersebut, Jhon Rizal berlatih intensif dengan atlet-atlet dari Batam yang telah lebih dulu berpengalaman dibawah pengawasan Sensei Rozi Juhendra, Ketua Umum PBJI Kepri.

“Alhamdulillah Sensei Oji selaku Ketum PBJI Kepri dan Shihan Mahesa Arba, guru besar kami sangat mendukung keikutsertaan bung Jhon Rizal di event tersebut,” kata Arnold.

Arnold juga merasa bersyukur Jhon akhirnya berhasil dapat medali emas. Ini menunjukkan bahwa anak Bintan pun mampu bersaing di tingkat nasional dengan atlet-atlet luar Kepri.

Selain keberhasilan atlet Bintan, Arry Arnold yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PBJI Bintan juga menyoroti keberhasilan penyelenggaraan event olahraga beladiri yang berjalan dengan lancar dan sukses.

Dirinya merasa salut pada panitia dan PBJI Depok yang sangat memperhatikan faktor keselamatan atlet. Semua atlet Jujitsu yang bertanding diberikan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan apabila mengalami cedera saat bertanding.

“Itu bisa kita contoh ya di Kepri nanti bahwa kita sebagai wadah pengurus dan juga panitia pelaksana event olahraga beladiri atau olahraga apapun yang rentan mengalami cedera saat bertanding bahwa atlet itu sebagai aset dan juga manusia kita wajib lindungi,” jelasnya.

Arry Arnold juga menceritakan bahwa ada seorang atlet Jujitsu dari Depok yang mengalami cedera lutut, mendapatkan perawatan di rumah sakit rekanan penyelenggara sampai sembuh total nantinya.

“Atlet tersebut dirawat dan diobati dengan baik, ada video testimoninya kok. Dan apabila ada atlet dari luar kota Depok yang mengalami cedera, mau dirawat di rumah sakit di kampung halamannya bisa dapat rujukan dari rumah sakit di Depok sini,” ujarnya.

Arry Arnold mengatakan perhatian dalam perlindungan atlet yang diberikan panitia luar biasa bagus, untuk jadi contoh di Kepri ketika membuat event kejuaraan nasional maupun tingkat daerah.

“Biayanya juga tidak mahal kok, hanya Rp 16.800/ Atlet sudah bisa dapat perawatan kesehatan. Itu sudah termasuk dalam uang pendaftaran keikutsertaan,” tandas Arry Arnold mengakhiri wawancaranya.*

Penanggungjawab: Oktarian
Editor : Oktarian
Penulis: Dwi Susilo