
Batam, batamtv.com – Pemerintah Kota Batam memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis dengan menyiapkan pembentukan Kelurahan Siaga TBC di 64 kelurahan. Program tersebut menjadi salah satu langkah percepatan penanganan kasus TBC di daerah itu.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah saat memimpin rapat percepatan penanggulangan TBC di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (6/3/2026).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau terkait efektivitas penanganan TBC di Kota Batam.
Sebelumnya, laporan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Kepulauan Riau Emmy Mutiarini kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad pada awal Februari 2026.
Firmansyah mengatakan, rapat tersebut digelar untuk mempercepat tindak lanjut atas rekomendasi BPK sekaligus memperkuat strategi penanggulangan TBC di Batam.
“Pertemuan ini menjadi langkah percepatan penanganan TBC sekaligus tindak lanjut atas hasil audit BPK terkait pola penanggulangan yang telah dilaksanakan,” ujar Firmansyah.
Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Kota Batam sebagai sektor utama diharapkan mampu menindaklanjuti seluruh rekomendasi secara optimal. Selain itu, dukungan berbagai pihak dinilai penting agar program penanggulangan berjalan efektif.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 4.650 warga Batam terdiagnosis TBC. Pemerintah daerah menargetkan jumlah tersebut dapat ditekan melalui penguatan program pencegahan dan pengobatan pada 2026.
Firmansyah juga menekankan pentingnya dukungan sosial bagi penderita TBC agar proses pengobatan berjalan maksimal.
“Masyarakat yang terpapar TBC perlu mendapatkan edukasi dan dukungan, bukan justru dijauhi,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan akan membentuk Kelurahan Siaga TBC di seluruh wilayah Batam pada 2026.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan TBC, mulai dari deteksi dini, pelaporan kasus, pendampingan pengobatan, hingga pencegahan penularan.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Batam menargetkan penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, tingkat penularan menurun, serta angka kesembuhan penderita TBC meningkat.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : azura aronita









































