Sinkronisasi Data Kependudukan Diperkuat, Pemko Batam Fokuskan Perencanaan SDM Berbasis Data Akurat

0
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Sinkronisasi Data Kependudukan di Kantor BP Batam, Jumat (24/4/2026) malam. (foto : sonia nurulaini-batamtv.com)

Batam, batamtv.com – Pemerintah Kota Batam meningkatkan pembenahan data kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor sumber daya manusia.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyatakan bahwa keakuratan data menjadi elemen penting dalam memahami kondisi masyarakat secara menyeluruh, termasuk dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja dan sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi lanjutan sinkronisasi data kependudukan di kantor BP Batam, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan bahwa proses sinkronisasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan pendataan awal berbasis RT dan RW di tingkat kecamatan. Namun, masih ditemukan sejumlah ketidaksesuaian, seperti perpindahan penduduk yang belum tercatat, laporan kematian yang belum terbarui, serta mobilitas antarwilayah yang belum terdata secara optimal.

Berdasarkan data konsolidasi bersih semester II 2025 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Batam tercatat sebanyak 1.394.459 jiwa. Angka tersebut dinilai masih perlu penyempurnaan agar mencerminkan kondisi aktual.

Di sisi ketenagakerjaan, Li Claudia menyampaikan bahwa komposisi tenaga kerja menunjukkan dinamika yang perlu dikelola secara cermat. Data dari Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mencatat tenaga kerja ber-KTP luar Batam sebanyak 199.473 jiwa, sedangkan tenaga kerja ber-KTP Batam mencapai 177.830 jiwa.

Ia menilai, data yang akurat diperlukan untuk merancang program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus menjaga keseimbangan kebutuhan industri.

Selain itu, penataan data juga berkaitan dengan perencanaan jangka panjang, termasuk penyediaan fasilitas pendidikan yang disesuaikan dengan data kelahiran dan proyeksi kebutuhan di masa mendatang.

Pemerintah daerah mendorong kolaborasi antarperangkat daerah agar pengelolaan data semakin optimal, sehingga kebijakan dan alokasi anggaran dapat tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, Pemko Batam akan memperkuat pengendalian arus masuk penduduk secara terukur, termasuk melalui pemantauan di sejumlah pintu masuk utama seperti Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Sekupang, guna mendukung stabilitas ketenagakerjaan serta perencanaan pembangunan daerah.