Tinjau Gudang Bulog Batam, Wagub Kepri dan DPR RI Pastikan Stok Beras Aman hingga Enam Bulan

0
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Anggota Komisi I DPR RI Endipat Wijaya, dan Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan saat meninjau Gudang Perum Bulog di Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (24/4/2026). (foto : dwi susilo-batamtv.com)

Batam, batamtv.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mendampingi Anggota Komisi I DPR RI daerah pemilihan Kepulauan Riau, Endipat Wijaya, dalam kunjungan ke gudang Perum Bulog di Batu Ampar, Batam, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, perwakilan partai politik, serta pimpinan Bulog setempat.

Dalam peninjauan itu, Endipat menyampaikan bahwa kunjungan dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, tetap terjaga di wilayah Kepulauan Riau.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak Bulog, stok beras dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Endipat juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat akan dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan, terutama komoditas minyak goreng.

Sementara itu, Nyanyang menyatakan bahwa pemerintah daerah terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di pasaran.

Ia menegaskan upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta kondisi ekonomi daerah tetap kondusif.

Selain itu, Nyanyang mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui peran legislatif dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.

Menurutnya, ketersediaan pangan yang terjamin menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan ketahanan pangan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Penanggungjawab : oktarian

Editor : pariadi

Reporter : dwi susilo