
Batam, batamtv.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menekankan pentingnya penguatan kebijakan sektor pariwisata agar lebih adaptif dalam merespons dinamika geopolitik global.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bidang pariwisata di Graha Kepri, Batam Centre, Selasa (21/4/2026). Rapat mengangkat tema menjaga stabilitas dan kondusivitas pariwisata di tengah perubahan global.
Nyanyang menjelaskan bahwa sektor pariwisata termasuk yang paling rentan terhadap gejolak internasional, terutama terkait konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sistem transportasi laut dan udara.
Menurutnya, perubahan rute penerbangan serta peningkatan biaya operasional maskapai berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan dan konektivitas destinasi, termasuk di Kepulauan Riau.
Ia menyebutkan bahwa meskipun kontribusi wisatawan dari kawasan Timur Tengah relatif kecil, keberadaannya tetap memiliki nilai strategis. Selama ini, pasar utama pariwisata Kepri masih didominasi kawasan ASEAN dan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan India.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kinerja sektor pariwisata Kepri sepanjang 2025 menunjukkan capaian positif dengan total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari dua juta orang.
Dalam upaya menjaga tren tersebut, pemerintah daerah mendorong optimalisasi layanan keimigrasian, termasuk pemanfaatan autogate serta kebijakan Visa on Arrival untuk mempermudah akses wisatawan.
Selain itu, pengembangan sektor unggulan seperti sport tourism dan marine tourism dinilai perlu diperkuat sebagai daya tarik utama daerah kepulauan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 2,7 juta pada 2026 melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Rapat koordinasi tersebut turut diisi dengan masukan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan Kementerian Pariwisata dan pelaku industri, guna menjaga stabilitas jumlah kunjungan serta meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kepulauan Riau.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : dwi susilo









































